Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Jalur Ekspor Impor Hasil Perikanan di Tarakan Dibuka, Ketua Kadin TSebut Akan Untungkan Daerah

Kadin Kota Tarakan sedang mengupayakan untuk mendesak pemerintah agar dapat membuka jalur pintu perdagangan ekspor impor hasil laut di Kota Tarakan.

TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Ketua Kadin Kota Tarakan, Effendy Gunardi.TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN- Ketua Kadin Kota Tarakan Effendy Gunardi mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan untuk mendesak pemerintah agar dapat membuka jalur pintu perdagangan ekspor impor hasil laut di Kota Tarakan.

"Kita kan punya komoditi yang cukup besar dengan kisaran hasil 1000 sampai 1500 ton perbulan. Itu sangat bisa melakukan ekspor sendiri," ujarnya, Selasa (16/2/21)

Sebelumnya diketahui, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan delapan pemilik coldstorage di Tarakan.

Baca juga: Data Pasien Covid-19 tak Valid, Walikota Balikpapan Rizal: KTP Klandasan, Tinggal di Kampung Baru

Baca juga: Tingkat Kesembuhan Kaltim Lebih Tinggi daripada yang Terjangkit Covid-19, Gubernur: Tetap Waspada

Meski pertemuan bersama 8 pemilik coldstorage baru pertama kalinya, dia menyebutkan, pertemuan itu merupakan hasil lanjutan dari upaya lobi-lobi yang sudah lama dilakukan Kadin Kota Tarakan kepada Kadin Pusat dan pemerintah.

"Kalau pintu ekspor-impor hasil perikanan dibuka di Kota Tarakan, maka itu lebih efesien. Karena secara geografis, Kota Tarakan lebih dekat negara konsumen," terangnya.

Dengan dibukanya jalur perdagangan secara langsung maka hal itu dapat memberi keuntungan pada daerah. Karena pajak ekspor tentu akan masuk ke pendapatan daerah.

Baca juga: BREAKING NEWS Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi Meninggal Dunia, Hasil PCR Belum Keluar

Baca juga: Laka Tunggal Terjadi Lagi, Seorang Pengemudi di Balikpapan Tewas Sebelum Sempat Dilarikan ke RS

Dia menyampaikan, dengan jarak lebih dekat, tetapi juga akan menguntungkan perusahaan yang ada di Kota Tarakan.

Tentu tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan maupun daerah pengekspor.

Hal ini juga akan memberi keuntungan bagi negara konsumen karena kualitas perikanan yang diekspor akan lebih fresh mengingat proses perjalanan yang lebih singkat.

Baca juga: Sekda Kaltim Sebut jika Bupati dan Walikota Batal Dilantik, Sekda Tiap Daerah Ditunjuk Jadi Plh

"Waktu yang dibutuhkan dari proses ekspor saat ini sangat panjang. Kalau dari Tarakan-Surabaya-Jepang itu membutuhkan 22 hari. Tapi kalau kita mengekspor langsung dari Tarakan itu cuma membutuhkan waktu kurang lebih 7 hari saja," sebutnya.

Penulis: Risnawati/Editor: Samir Paturusi

Penulis: Risnawati
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved