Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Ini Kata Sekkot Samarinda yang Jabat Komisaris PSP

Kembali mencuat ke publik sebagai perbincangan hangat, posisi rangkap jabatan oleh pejabat struktural Pemerintahan Samarinda.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Kembali mencuat ke publik sebagai perbincangan hangat, posisi rangkap jabatan oleh pejabat struktural di Pemerintah Kota Samarinda.

Sugeng Chairuddin, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), diketahui sebagai salah satu Dewan Komisaris di PT Pelabuhan Samudera Palaran (PSP), mewakili Pemkot Samarinda.

Hal itu disinyalir berpotensi melanggar aturan hukum, lantaran bertentangan dengan sejumlah aturan.

Baca juga: Banyak Calon Penerima Vaksin Sinovac Dosis Kedua di Kutim Mendadak Tensi Darahnya Tinggi

Baca juga: Tamat Jadi Walikota, Syaharie Jaang Digadang-gadang Maju di Pilgub Kaltim 2024, Begini Responsnya

Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 17 (a) UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, bahwa Pelaksana dilarang merangkap sebagai Komisaris atau Pengurus Organisasi Usaha bagi pelaksana yang berasal dari lingkungan instansi pemerintah.

Merespons kabar yang mencuat tersebut, Sekkot Samarinda memberikan keterangan bahwa benar dirinya saat ini berstatus sebagai dewan komisaris di PT Pelabuhan Samudera Palaran.

"Iya benar (sebagai) komisaris. Itukan mewakili pemerintah kota, dan ada surat walikota (Syaharie Jaang)," ucapnya saat diwawancarai Tribunkaltim.co di kawasan Kadrie Oneng Samarinda, Selasa (16/2/2021).

Ia menjelaskan, komisaris yang namanya dicantumkan di PT PSP tersebut, bukanlah komisaris seperti pada umumnya karena hanya tercatat sebagai perwakilan.

"Dan komisarisnya itu, nggak sama dengan komisaris yang lain-lain. Lambang aja," ucapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi Meninggal Dunia, Hasil PCR Belum Keluar

Baca juga: Bupati Paser Yuriansyah Syarkawi Tutup Usia, Kronologinya Mengeluh Demam, Batuk dan Sesak

Komisaris yang ditempatinya tersebut memiliki tugas dalam hal menjalankan pengawasan terhadap kerja sama Pemkot Samarinda dan pihak perusahaan.

"Kita kan dapat golden share, 20 sekian persen. Nah dalam perjanjiannya kita meletakkan satu orang komisaris, itu saja," tuturnya.

"Kalau itu berbenturan dengan aturan kita nggak berani," katanya.

IKUTI >> News Video

Penulis: Muhammad Riduan

Videografer: Muhammad Riduan

Video Editor: Jojo

Editor: Djohan Nur
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved