Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Cemari Sungai, Wakil Ketua DPRD Malinau Sebut Tanggul Limbah Tambang Jebol akibat Faktor Alam

Pencemaran sungai di Malinau akibat jebolnya tanggul limbah, milik perusahaan tambang PT KPUC, memasuki babak baru. Di mana DPRD Kaltara, dari Komisi

TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Wakil Ketua DPRD Kaltara, Andi Hamzah, bila jebolnya tanggul limbah yang mengakibatkan pencemaran sungai, lebih kepada situasi alam, dan bukan karena kesengajaan. TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR- Pencemaran sungai di Malinau akibat jebolnya tanggul limbah, milik perusahaan tambang PT KPUC, memasuki babak baru.

Di mana DPRD Kaltara, dari Komisi I dan Komisi III membentuk panitia khusus (pansus) mengenai pencemaran sungai di Malinau.

Namun, dalam pansus pencemaran sungai ini, pihaknya tidak akan membahas mengenai pencabutan izin PT KPUC.

Baca juga: Sering Dikritik, Gubernur Kaltim Isran Noor: Saya dan Wagub Sangat Senang Ketika Ada Kritikan

Baca juga: Kerukunan Keluarga Bugis-Makassar Usung Alimuddin Jadi Ketum KKSS Kaltim

Baca juga: BREAKING NEWS Dini Hari Jago Merah Beraksi di Balikpapan, Lahap Pertokoan Warga di Prapatan

Melainkan, berfokus pada mencarikan solusi, baik dari pemerintah maupun perusahaan mengenai kasus pencemaran sungai.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua I DPRD Kaltara, Andi Hamzah saat ditemui di Gedung DPRD Kaltara, Tanjung Selor.

"Jadi Komisi I dan Komisi III, setelah rapat dengar pendapat dengan dinas terkait, menyarankan untuk membentuk pansus," ujar Andi Hamzah, Jumat (19/2/2021).

"Kami ingin mempercepat adanya solusi, jadi tidak ada pembahasan mengenai pencabutan izin, jadi pansus dibentuk untuk mencari solusi baik dari perusahaan dan pemerintah," imbuhnya.

Selain tidak akan membahas mengenai sanksi pencabutan izin aktivitas, pihaknya memastikan, pansus tidak hanya menyasar pihak PT KPUC, melainkan seluruh perusahaan tambang yang beraktivitas di Kaltara.

"Tujuan pansus bukan hanya KPUC, tapi seluruh perusahaan di Kaltara," ujarnya.

Politisi Gerindra itu menambahkan, bila jebolnya tanggul limbah yang mengakibatkan pencemaran sungai, lebih kepada situasi alam, dan bukan karena kesengajaan.

"Pencemaran itu karena situasi alam, jadi yang terjadi itu musibah, karena hujan terus tiap hari, jadi jebol tanggulnya," ucapnya.

"Karena pemerintah, masyarakat dan perusahaan, tidak ingin itu terjadi, jadi ini musibah, bukan kesengajaan," tuturnya.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Rahmad Taufiq

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved