Breaking News:

Virus Corona di Bontang

Pemkot Bontang Bentuk Tim Garda Isoman, Awasi Ketat Rumah Pasien Covid-19 yang Jalani Isolasi

Demi menekan laju penyebaran Virus Corona, Pemkot Bontang membentuk Tim Gerakan Pendamping Isolasi Mandiri (Garda Isoman) tingkat Rukun Tetangga (RT).

TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Juru Bicata Tim Satgas Covid-19 Bontang, Adi Permana mengungkap teknis pengawasan Tim Garda Isoman. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Demi menekan laju penyebaran Virus Corona, Pemkot Bontang membentuk Tim Gerakan Pendamping Isolasi Mandiri (Garda Isoman) tingkat Rukun Tetangga (RT).

Pembentukan Tim itu sesuai arahan Walikota Bontang melalui Surat Edaran Nomor: 188.65/180/DINKES/2021.

Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Bontang, Adi Permana menuturkan, pengawasan ini akan dilakukan secara sistematis yang mulai dari tingkat bawah, yakni lingkungan RT hingga wilayah kelurahan.

Baca juga: Saksi Mata Pertama di Kebakaran Prapatan Balikpapan, Bangunkan Warga Pakai Palu, Dipukul ke Tiang

Baca juga: Sering Dikritik, Gubernur Kaltim Isran Noor: Saya dan Wagub Sangat Senang Ketika Ada Kritikan

Baca juga: Kerukunan Keluarga Bugis-Makassar Usung Alimuddin Jadi Ketum KKSS Kaltim

Secara teknis, mekanisme dalam surat edaran tersebut seperti menyerupai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

"Hanya mirip PPKM Mikro. Karena pengawasan juga dilakukan mulai dari tingkat RT," ujar Adi Permana, Jumat (19/2/2021).

Skema pengawasan nantinya akan mengepung zona wilayah yang diduga kasusnya tertinggi.

Tim Satgas akan memberikan perkembangan informasi setiap hari kepada Tim Garda Isoman terkait jumlah penderita baru dan alamat rumahnya.

Jadi seluruh rumah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri akan diawasi oleh tim.

Para relawan juga akan membantu untuk keperluan pasien aktif, misalnya pengantaran makanan dan lainnya.

"Kami akan support semua data ke masing-masing kelurahan. Selanjutnya mereka yang menyampaikan kepada pengurus di relawan Garda Isoma," tuturnya.

Pemberlakuan skema pengawasan ini lantaran beberapa poin aturan di PPKM mulai dilonggarkan.

Alasannya demi menyelamatkan ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat imbas dari kebijakan pembatasan.

Program ini diharap akan efektif untuk menurunkan angka kasus positif Covid-19, namun ekonomi masyarakat tetap berjalan.

"Iya karena persoalan ekonomi masyarakat juga harus dipikirkan. Harapannya program ini berjalan beriringan. Tren kasus bisa ditekan. Namun tidak mengorbankan pelaku usaha," ucapnya.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Rahmad Taufiq

Penulis: Ismail Usman
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved