Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Tinjau Lokasi Diduga Aktivitas Illegal Mining di Lempake, Kepala DLH Pastikan Murni Pematangan Lahan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Pertanahan Kota Samarinda, telah melakukan pemantauan ke kawasan yang diduga adanya aktivitas pertambangan

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Rahmad Taufiq
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Suasana tinjauan lapangan dari DLH Kota Samarinda dan Dinas Pertanahan Kota Samarinda ke lokasi yang diduga pertambangan batubara ilegal di kawasan Bendungan Benanga, pada Selasa (16/2/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Pertanahan Kota Samarinda, telah melakukan pemantauan ke kawasan yang diduga adanya aktivitas pertambangan batubara ilegal berkedok pematangan lahan, yakni di kawasan Bendungan Benanga Lempake, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (16/2/2021) lalu.

Atas kunjungan tersebut, Kepala DLH Samarinda, Nurrahmani menuturkan, ketika itu disebut pertambangan batubara berdalih pematangan lahan, kurang pas.

Karena, menurutnya, itu murni kegiatan pematangan lahan untuk pembangunan perumahan.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Karang Joang Balikpapan, Truk vs Sepeda Motor Adu Banteng, Warga Kukar Meninggal

Baca juga: Polresta Samarinda Ringkus 3 Ibu Rumah Tangga jadi Tersangka Sindikat Narkoba

"Itu untuk pematangan lahan, buat kaplingan dan pembangunan perumahan. Nah, saat kita tinjauan lapangan kemarin, sekalinya pemilik lahannya sedang isolasi mandiri," ujarnya, Sabtu (20/2/2021).

Adapun terkait laporan dari warga yang menyebutkan adanya pengangkutan material batu bara, secara berkala dari pematangan lahan tersebut, ia mengatakan, hal tersebut bukanlah termasuk ranah tanggung jawabnya.

Karena ia hanya melihat bagaimana dampak lingkungannya atas pematangan lahan tersebut.

"Masuk ranah Dinas ESDM Provinsi. Kalau kami hanya melihat dampak lingkungannya saja, terutama adanya laporan sedimentasi di sekitar Waduk Benanga," paparnya.

Baca juga: Perda Covid-19 Balikpapan Segera Disahkan, Langgar Prokes Denda Perkantoran Naik Rp 1 Juta

Baca juga: BREAKING NEWS Kebakaran Rumah di Sumber Rejo Balikpapan, 7 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan

Dia menjelaskan, aktivitas pematangan lahan tersebut berjarak sekira dua kilometer dari Waduk Benanga Lempake.

Dampak adanya pematangan lahan tersebut, berdasarkan pengakuan Nurrahmani, ternyata tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap Waduk Benanga.

"Kami cek, tidak ada sedimentasi yang mengalir ke bendungan dari aktivitas pematangan lahan, karena jaraknya lumayan cukup jauh dari waduk. Sekitar 2 kilometer," ucapnya.

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Rahmad Taufiq

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved