Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Usai Dengar Resume Medis Sang Ibu, Pelapor Mukhlis: Kami Yakin Ini Kejahatan yang Terstruktur

Pelapor yakni Mukhkis yang merupakan anak kandung dari pasien almarhumah Megawati, telah mendengarkan penjelasan resume medis dari pihak RS Tarakan

TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Mukhlis saat ditemui di Polres Tarakan seusai pertemuan dengan pihak RSUD Tarakan mengenai penjelasan resume medis milik pasien Almarhumah Megawati.TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN - Pelapor yakni Mukhkis yang merupakan anak kandung dari pasien almarhumah Megawati, telah mendengarkan penjelasan resume medis dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

Menurutnya, resume medis yang disampaikan adalah sebuah kepalsuan.

Mukhlis meyakini ada hal yang membuatnya sangat yakin bahwa ini adalah kejahatan yang terstruktur.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Karang Joang Balikpapan, Truk vs Sepeda Motor Adu Banteng, Warga Kukar Meninggal

Baca juga: Polresta Samarinda Ringkus 3 Ibu Rumah Tangga jadi Tersangka Sindikat Narkoba

"Nanti dibuktikan penyidik bahwa hasil resume medis ibu saya itu, ada hasilnya yang mendahului pemeriksaan," ujarnya, Sabtu (20/2/2021)

Dia menjelaskan, di dalam resume tersebut, hasil positif Covid-19 sang Ibu tertanggal 22 Desember 2020. Sedangkan masuk sebagai suspek Covid-19 tertanggal 8 Januari 2021.

"Kenapa bisa positifnya tanggal 22 Desember tahun 2020. Ini yang dia bantah sendiri hasilnya," kata Mukhlis.

Dia mengatakan, bagaimana mungkin nyawa orang di copy paste, sehingga ini rangkaian kejahatan yang betul-betul meyakinkan pihak keluarga pasien bahwa ada hal yang ditutupi oleh RSUD Tarakan.

Baca juga: Perda Covid-19 Balikpapan Segera Disahkan, Langgar Prokes Denda Perkantoran Naik Rp 1 Juta

Baca juga: Polresta Balikpapan Tangkap Warga Muara Rapak Bawa Badik, Curiga Melarikan Diri Saat Didekati Polisi

"Akan kami kejar terus. Kita akan buktikan di tingkatan penyidik, kejaksaan, sampai pengadilan bahwa memang ada hal yang sangat tidak benar dalam pelayanan rumah sakit. Bayangkan kalau kemudian banyak orang diperlakukan seperti itu," jelasnya

Menurutnya, hal itu sangat fatal dan miris, yang mana Ibunya menjadi korban dan diduga direkayasa oleh pihak RSUD Tarakan dengan melakukan hasil pemeriksaan Covid-19 mendahului pemeriksaannya.

"Saya percaya penyidik akan totalitas bekerja. Muda-mudahan ini segera terungkap," yakinnya.

Halaman
1234
Penulis: Risnawati
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved