Breaking News:

Cover Story

Jadi Pendatang, Vinka Aprilita Pasimanyeku Sempat Bingung dengan Istilah Bote Bahasa Gaul Balikpapan

Jadi Pendatang, Vinka Aprilita Pasimanyeku Sempat Bingung dengan Istilah Bote Bahasa Gaul Balikpapan

TRIBUN KALTIM/DWI ARDIANTO
Jadi Pendatang, Vinka Aprilita Pasimanyeku Sempat Bingung dengan Istilah Bote Bahasa Gaul Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -  Jadi Pendatang, Vinka Aprilita Pasimanyeku Sempat Bingung dengan Istilah Bote Bahasa Gaul Balikpapan

"Ih, waluhnya, eh," protes seorang pria berkaus hitam.

"Itu sudah po. Pujungan memang bubuhannya," timpal kawannya.

Percakapan di atas, sudah familiar bagi masyarakat Balikpapan dan sekitarnya. Masyarakat setempat, mengklaim kata sehari-hari tersebut sebagai Bahasa Gaul Balikpapan.

Bahasa Gaul Balikpapan sejatinya bahasa sehari-hari yang kerap didengar saat berbincang dengan siapapun. Beberapa bahasanya merupakan campuran dari bahasa suku Banjar dan Bugis.

Namun sebagian diantaranya juga merupakan bahasa singkatan ataupun ciptaan sendiri lalu kemudian mewabah ke masyarakat sehingga menjadi bahasa yang umum masyarakat di sana.

Bahkan beberapa kata di Balikpapan akan berbeda arti ketika Anda berada di daerah lain.

Sebagai contoh, kata taksi. Di Balikpapan, taksi merupakan angkutan kota (angkot).

Sedang secara harafiah, taksi merupakan kendaraan beroda empat yang memiliki lampu di bagian atasnya - bertuliskan TAXI, sebagai penanda siap menerima penumpang.

Taksi masih ditempeli citra eksklusif. Hal itu karena taksi punya cara sendiri untuk menakar ongkos perjalanan, yakni alat penghitung besaran biaya yang bernama argometer.

Halaman
1234
Penulis: Heriani AM
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved