Breaking News:

Virus Corona di Paser

PPKM Diperpanjang Sampai 26 Februari, Sejumlah Pelaku Usaha di Paser Mengaku tak Tahu

Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 26 Februari 2021

TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Petugas Satgas Covid-19 Paser saat melakukan operasi penegakkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kepada sejumlah pedagang.TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANAH PASER - Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 26 Februari 2021 guna mencegah penyebaran Covid-19.

Namun, terkait perpanjangan PPKM tersebut salah satu pedagang martabak yang ada di KM 3 Tanah Grogot mengaku belum mengetahui perihal hal tersebut.

"Kalo saya pribadi, belum dapat sosialisasi, dan banyak kawan pedagang yang tidak tau pasti sampai kapan PPKM itu berlaku," tulis pemilik akun Wong Nyong saat dihubungi melalui pesan FB, Minggu, (21/02/2021).

Baca juga: Massa Desak KPK Periksa Kembali Walikota Balikpapan, Wakil Ketua KPK: Kita akan Pelajari

Baca juga: Beredar Kabar Kader Partai Berkarya Bontang Dapat Surat Pemecatan, Ketua DPC: Itu Keliru

Lebih lanjut ia menjelaskan, selama ini petugas Satgas Covid-19 Kabupaten Paser gencar melakukan Patroli.

"Petugas patroli aktif terus, kita sebagai pedagang jadinya serba salah," luapnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten, melalui Satgas Covid-19 Paser memberlakukan sanksi denda bagi pelaku usaha yang tidak mematuhi aturan PPKM.

"Denda belum tapi petugas yang  mengancam denda, kita pernah," jelas akun Wong Nyong.

Baca juga: Lapor ke Presiden Jokowi, Walikota Balikpapan Rizal Effendi Keberatan Dana Kelurahan Dihapus

Baca juga: Arab Saudi Tutup Akses RI, 527 Calon Jemaah Haji Balikpapan Terancam Gagal Berangkat

Sebelumnya, pemilik akun Wong Nyong mempertanyakan terkait kejelasan pelaksanaan PPKM di Paser dengan memposting cuitannya di jejaring sosial.

"Apkah di Grogot masihh ada PSBB atau lock, down atau sejenisnya, soalnya orang jualan banyak yang tidak tau peraturan yang benar pemberlakuannya mulai tanggal berapa sampai tanggal berapa.
Supaya yang jualan tenang tidak tegang, karena cari rizki buat makan bukan jualan barang terlarang," tulisnya.

Untuk itu ia berharap, semoga pedagang mendapat solusi terbaik dan tidak ketakutan dalam menjalankan pekerjaannya.

Halaman
12
Penulis: Syaifullah Ibrahim
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved