Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

Bank Syariah Indonesia di Kalimantan Timur Berjumlah 32 Unit, Ika Kusuma: Memudahkan Nasabah

Seperti ada di Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Sendawar Kutai Barat, Tenggarong Kukar, Tarakan Kalimantan Utara dan lainnya

Penulis: Heriani AM | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI AMIR
Salah seorang nasabah mendapatkan pelayanan di BSI Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Di Kalimantan Timur sendiri, Bank Syariah Indonesia atau BSI terdapat 32 unit.

Keberadaannya tersebar di sejumlah Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur.

Seperti ada di Samarinda, Kota Balikpapan, Penajam Paser Utara, Sendawar Kutai Barat, Tenggarong Kukar, Tarakan Kalimantan Utara dan lainnya.

Demikian dibeberkan oleh Area Operasional Service BSI Balikpapan, Ika Kusuma kepada Tribun Kaltim pada Senin (22/2/2021). 

Baca Juga: PPKM Mikro di Balikpapan, Walikota Rizal Effendi: Kelonggaran, Jangan Sampai Kerumunan Menjadi-jadi

Sehingga, kata dia, masyarakat atau nasabah yang ingin melakukan transaksi dan layanan bisa di area terdekat.

"Ini tentu memudahkan nasabah," ungkapnya.

Sebagai informasi, hingga Desember 2020. Secara aset, BSI memiliki total aset mencapai sebesar Rp 240 triliun.

Modal inti lebih dari Rp 22,60 triliun, dengan total dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 210 triliun.

Bank Syariah Mandiri yang kini telah menjadi BSI.
Bank Syariah Mandiri yang kini telah menjadi BSI. (www.tribunnews.com)

Tujuan merger tersebut untuk mengoptimalkan potensi keuangan dan ekonomi syariah Indonesia yang besar.

Dalam pembentukannya, BSI memiliki visi untuk menjadi salah satu dari 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar dalam 5 tahun ke depan.

BSI Jamin Keamanan Data Nasabah

PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk secara resmi diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada 1 Februari 2021 lalu.

Hal ini sekaligus menandai penggabungan tiga bank syariah BUMN, yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

Menurut Area Operasional Service BSI Balikpapan, Ika Kusuma saat ini pelaksanaan sudah dilakukan. Penggabungan ketiga bank tersebut, sudah bisa memberikan layanan dasar ke nasabah.

"Misal layanan transfer. Hanya saja belum jadi satu. Tetapi apabila melakukan transfer ketiga bank itu tidak dikenakan biaya," ujar Ika, Senin (22/2/2021).

Ika menjelaskan, pihaknya masih melakukan integrasi secara bertahap. Proses roll out tersebut ditarget rampung pada Oktober 2021.

Nasabah akan dihubungi dalam rentang waktu untuk melakukan migrasi ke BSI sesuai dengan integrasi. Integrasi yang dimaksud adalah operasional cabang, layanan, dan produk.

Karena menggabungkan 3 bank syariah besar, penggabungan sistem membutuhkan waktu.

Baca Juga: Evaluasi PPKM Mikro di Balikpapan, Kelurahan Inventarisir Kebutuhan Posko Covid-19 Tingkat RT

Selama proses roll out berlangsung, BSI memastikan data, rekening, dan saldo nasabah aman.

Rekening aman, saldo aman. Jadi tidak merubah apapun hanya saja dijadikan satu sistem jadi jaringannya lebih luas.

"Sudah sosialisasi, pengumuman di website resmi, sosial media, gawai dan pemberitahuan ke nasabah," terangnya.

Penulis Heriani | Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved