Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Eks Menteri KKP Edhy Prabowo Dipastikan Lebih Lama di Penjara, KPK Perpanjang Penahanan

Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo dipastikan lebih lama di penjara, Komisi Pemberantasan Korupsi perpanjang penahanan tersangka korupsi ekspor lobster.

TRIBUNNEWS.COM
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). (Tribunnews/Irwan Rismawan) 

TRIBUNKALTIM.CO - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo bakal lebih lama di penjara.

Usai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) memperpanjang masa penahanan para tersangka dugaan korupsi ekspor benih lobster pada Senin (22/2/2021).

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, mereka yang diperpanjang di antaranya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Staf Khusus Edhy bernama Safri, pengurus PT Aero Citra Kargo, Siswadi dan staf dari istri Edhy, Ainul Faqih.

"Tim Penyidik KPK sebagaimana penetapan penahanan Ketua PN Jakarta Pusat yang kedua, kembali melanjutkan penahanan tersangka EP (Edhy Prabowo), tersangka SAF (Safri) , tersangka SWD (Siswadi) dan tersangka AF (Ainul Faqih)," kata Ali dalam keterangan tertulis, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Edhy Prabowo Buka-bukaan: Semua Kebijakan Saya untuk Kepentingan Masyarakat, Dipenjara adalah Risiko

Ali mengatakan, penahanan masing-masing tersangka dilanjutkan selama 30 hari ke depan terhitung sejak tanggal 23 Februari 2021 sampai dengan 24 Maret 2021 di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih KPK.

"Perpanjangan penahanan ini dilakukan untuk memaksimalkan pemberkasan perkara dari para Tersangka tersebut," ucap Ali.

Adapun dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka sebagai penerima suap.

Ketujuh tersangka tersebut yakni Edhy Prabowo, Staf Khusus Edhy sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (due diligence) Safri, Staf Khusus Edhy Prabowo sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (due diligence) Andreau Misanta Pribadi.

Kemudian, Amiril Mukminin dari unsur swasta/sekretaris pribadi Edhy, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi, dan Ainul Faqih selaku staf istri Edhy.

Baca juga: Survei Publik Suka Capres Militer, 2 Nama Pesaing Prabowo Subianto dari TNI Bukan Orang Sembarangan

Sedangkan tersangka pemberi suap, yakni Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito.

Edhy diduga menerima suap dari perusahaan-perusahaan yang mendapat penetapan izin ekspor benur menggunakan perusahaan forwarder dan ditampung dalam satu rekening hingga mencapai Rp9,8 miliar.

Selain itu, Edhy juga diduga menerima 100 ribu dolar AS dari Suharjito melalui Safri dan Amiril.

(*)

Editor: Muhammad Fachri Ramadhani

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPK Perpanjang Penahanan Edhy Prabowo", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/22/19400501/kpk-perpanjang-penahanan-edhy-prabowo.

Editor: Muhammad Fachri Ramadhani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved