Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Kios Dibongkar, Kepala UPT Pasar Induk Tanjung Selor Tegaskan tak Boleh Ada Bangunan di Atas Parit

Pihak UPT Pasar Induk Tanjung Selor melaksanakan penertiban bangunan kios di area pedagang ayam. Di sana terdapat deretan 50 kios, ukuran 4x3 meter,

TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Kios pedagang di belakang Pasar Induk Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, dibongkar. Kepala UPT Pasar Induk Tanjung Selor, Abdul Halim meminta pedagang untuk membongkar sendiri kios mereka hingga Jumat (26/2/2021). TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI 

TRIBUNKALTIM.COM, TANJUNG SELOR- Pihak UPT Pasar Induk Tanjung Selor melaksanakan penertiban bangunan kios di area pedagang ayam.

Di sana terdapat deretan 50 kios, ukuran 4x3 meter, yang menjadi lokasi pedagang ayam potong dan ayam kampung.

Penertiban yang dihadiri oleh Kepala UPT Pasar Induk, Personel Babinsa dari Kodim 0903/Tanjung Selor, serta Personel Bhabinkamtibas Polres Bulungan ini, menyasar bagian belakang kios, yang berdiri di atas parit.

Baca juga: Seorang Perwira Menengah di Polresta Samarinda Kena Covid-19, Kini Kabarnya Meninggal Dunia

Baca juga: Nasib Karyawan Jasa Pencucian di Tenggarong Kukar, Tenggelam Bersama Mobil, Ditemukan di Hari Ketiga

Menurutnya, penertiban ini dilakukan karena sesuai peraturan, bangunan di atas parit tidak boleh didirikan, kecuali untuk bagian jembatan dari belakang kios.

"Begini, selain bangunan untuk jembatan di atas parit itu tidak diperbolehkan, jadi bukan bangunan baru, hanya jembatan saja," ujar Kepala UPT Pasar Induk Tanjung Selor, Abdul Halim, Senin (22/2/2021).

"Sesuai pengumuman yang sudah kita berikan di sana sudah jelas, tidak boleh ada bangunan di atas parit, artinya kalau mereka punya bangunan lebarnya 3 meter, maka lebar untuk jembatan di atas parit maksimal 1,5 meter," imbuhnya.

Disinggung soal uang kebersihan yang selalu dibayarkan pedagang, namun tidak dibersihkan pihak pasar, Abdul Halim mengatakan, petugas kebersihan pasar selalu membersihkan tiap pagi dan sore hari.

"Kalau iuran kebersihan itu kan kesepakatan mereka pedagang, petugas kami juga ada, pagi dan sore ada yang mengangkut, petugas kami 25 orang," katanya.

Terkait retribusi, pihaknya mengatakan iuran kebersihan tidak masuk ke dalam PAD, melainkan hanya retribusi bangunan dengan tarif senilai Rp 80 ribu per meter.

"Retribusi mereka hanya bayar bangunannya saja yang itu masuk ke PAD, kalau iuran kebersihan itu tidak masuk, kalau pasar itu retribusi, itu per meternya Rp 80 ribu," ucapnya

Halaman
123
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved