Breaking News:

Berita Bontang Terkini

Omset Ramayana MenurunTajam Selama PPKM di Bontang, 20 Karyawan Dirumahkan

Selama penerapan PPKM di Bontang, omset Ramayana menurun drastis bahkan telah merumahkan 20 karyawan.

TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Ramanaya Store Bontang sepi pengunjung akibat pandemi Covid-19.TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG- Selama penerapan PPKM di Bontang, omset Ramayana menurun drastis.

Bahkan disebutkan, Manager Store Ramayana Muhammad Irfan, telah merumahkan 20 karyawan.

Lantaran beban gaji karyawan dengan pendapatan tak seimbang.

Baca juga: Terkait Kasus PT MGRM, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi Minta Pejabat Perusda Sering Dirolling

Baca juga: Lakalantas di Jalan Trans Kaltim, Satu Warga Samarinda Meninggal Dunia

"Menurun mas, imbasnya kami merumahkan 20 karyawan. Tapi kami beri pilihan kepada mereka sesuai UU Ketenagakerjaan," ungkapnya, Senin (22/02/2021).

Ia juga menjelaskan, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, omset menukik tajam hampir 80 persen.

Jauh sebelum pandemin Covid-19, kunjungan pembeli ke Plaza Taman bisa menyentuh 4 ribu orang dalam sehari. Belum lagi saat akhir pekan jumlahnya lebih membludak.

Baca juga: Seorang Perwira Menengah di Polresta Samarinda Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Baca juga: Nasib Karyawan Jasa Pencucian di Tenggarong Kukar, Tenggelam Bersama Mobil, Ditemukan di Hari Ketiga

"Kalau sekarang seribu orang sehari saja susah sekali," jelasnya.

Kini perusahaan dituntut berinovasi. Kunjungan yang menyusut mengharuskan penjualan harus jemput bola.

Ramayana membuka layanan Cash On Delivery (COD). Harga obral tak menjamin pembeli berbelanja.

Penjualan sistem COD menjadi alternatif bagi Ramayana tetap bertahan di tengah pandemi.

Halaman
12
Penulis: Ismail Usman
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved