Breaking News:

Berita Paser Terkini

Paser Ditetapkan sebagai Lokasi Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai, Dewan Harapkan Dukungan BP DAS

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paser menggelar rapat terkait penetapan Kabupaten Paser sebagai lokasi rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) P

TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
DPRD Paser dan Pemerintah Kabupaten Paser menggelar rapat terkait penetapan Kabupaten Paser sebagai lokasi rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) PT. Kideco Jaya Agung. TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paser menggelar rapat terkait penetapan Kabupaten Paser sebagai lokasi rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) PT. Kideco Jaya Agung.

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Bapekat Sekretariat DPRD Kabupaten Paser, KalimantanTimur, Senin (22/2/2021).

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi, diikuti oleh anggota fraksi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Paser Ina Rosana, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Paser.

Rapat kali ini juga dihadiri perwakilan dari DAS Paser dan Balai Pengelolaan (BP) DAS Mahakam - Berau, serta Ketua Abdesi Kabupaten Paser Nasri.

Baca juga: Seorang Perwira Menengah di Polresta Samarinda Kena Covid-19, Kini Kabarnya Meninggal Dunia

Baca juga: Nasib Karyawan Jasa Pencucian di Tenggarong Kukar, Tenggelam Bersama Mobil, Ditemukan di Hari Ketiga

Hendra Wahyudi menyampaikan, laporan final rencana pengelolaan DAS terpadu pada DAS Prioritas 1 Kandilo Kabupaten Paser yang dibuat oleh Balai Pengelolaan DAS Mahakam-Berau pada tahun 2012.

"DAS Kandilo termasuk kategori prioritas 1 untuk penanganan secara serius guna menghindari/mengurangi terjadinya degradasi lingkungan, serta menjaga dan meningkatkan manfaat/fungsinya secara berkelanjutan," jelasnya.

Namun, terdapat permasalahan biofisik di DAS Kandilo yang terdiri atas 5 masalah di antaranya, lahan kritis, sedimentasi, kualitas air, banjir dan degradasi keanekaragaman hayati.

Sedangkan masalah sosial ekonomi dan kelembagaan di DAS Kandilo terdiri atas 8 permasalahan, di antaranya tata ruang dan penggunaan lahan, konflik pemanfaatan sumber daya alam (SDA) dan lahan, selain itu juga permasalahan hulu-hilir DAS, ketergantungan penduduk terhadap lahan, pemahaman budaya konservasi yang masih lemah, kelembagaan, pelibatan masyarakat sekitar dalam dunia usaha, dan pendanaan.

Berdasarkan Surat Kepala Balai PKH Wilayah IV Samarinda  Kemen. LHK No. S.451/BPKH.IV/ISDHL/PLA-0/8/2019, pada 9 September 2019, Wahyudi menyampaikan, areal calon lokasi penanaman Blok II seluas 5.000,53 Ha pada KPHP Bongan yang berada di Kabupaten Paser, namun tidak memenuhi kriteria untuk lokasi rehabilitasi DAS bagi IPPKH PT. Kideco.

"Karena merupakan areal Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu - Hutan Alam (IUPHHK-HA) dari PT. Trimurti Madena Mulia," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Syaifullah Ibrahim
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved