Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Pertambangan Sumbang 50,01 Persen Total Pendapatan Daerah, Ini Kata Plt Bupati Malinau

Data struktur ekonomi Kabupaten Malinau tahun 2019, sektor pertambangan menyumbang 50,01 persen dari total pendapatan daerah di Kabupaten Malinau.

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI
Plt Bupati Malinau, Topan Amrullah ditemui seusai konsultasi publik RKPD 2022 Malinau di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (22/2/2021).TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Data struktur ekonomi Kabupaten Malinau tahun 2019, sektor pertambangan menyumbang 50,01 persen dari total pendapatan daerah di Kabupaten Malinau.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Malinau (Bappeda Litbang Malinau) memaparkan struktur ekonomi malinau ditunjang oleh sejumlah aspek.

Tiga sumber penghasilan terbesar di Malinau meliputi pertambangan, konstruksi dan pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang.

Baca juga: Seorang Perwira Menengah di Polresta Samarinda Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Baca juga: Nasib Karyawan Jasa Pencucian di Tenggarong Kukar, Tenggelam Bersama Mobil, Ditemukan di Hari Ketiga

Plt Bupati Malinau, Topan Amrullah mengakui, pemasukan daerah terbesar diperoleh dari hasil aktivitas pertambangan.

Batubara merupakan komoditas pertambangan andalan di Kabupaten Malinau.

"Sampai saat ini, pendapatan terbesar Kabupaten Malinau ada di sektor pertambangan. Setengah dari jumlah pendapatan kita berasal dari tambang batubara," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Terkait Kasus PT MGRM, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi Minta Pejabat Perusda Sering Dirolling

Baca juga: Lakalantas di Jalan Trans Kaltim, Satu Warga Samarinda Meninggal Dunia

Kendati menjadi primadona pendapatan daerah, persediaan mineral yang kerap disebut emas hitam tersebut nyatanya semakin menipis.

Topan Amrullah memaparkan, hasil riset SDA oleh salah satu perusahaan tambang terbesar di Malinau, pendapatan batubara akan merosot dalam kurun beberapa waktu mendatang.

"Laporannya, persediaan batubara kita semakin berkurang. Sekira 5 hingga 6 tahun ke depan mungkin akan habis," ungkapnya.

Karenanya, melalui rapat RKPD 2022 Kabupaten Malinau, Topan mengusulkan agar sektor lain mulai dilirik potensinya.

Baca juga: Walikota Balikpapan Rizal Effendi Dukung Syarat Kewajiban Rapid Antigen Masuk ke RT dalam PPKM Mikro

Menurutnya, sumber daya pertanian di Kabupaten Malinau memiliki potensi yang dapat diandalkan sebagai alternatif pengganti tambang batubara.

"Alternatifnya, kita manfaatkan potensi luas lahan di Malinau. Pertanian bisa diandalkan mengingat daerah kita punya potensi," katanya.

Penulis : Mohammad Supri/Editor: Samir Paturusi

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved