Breaking News:

Berita Kubar Terkini

Anggaran BLT di Kutai Barat dari Dana Desa, Pembagian Akan Dilakukan Secara Bertahap 

Progran bantuan langsung tunai (BLT) tahun 2021 di Kabupaten Kutai Barat dianggarkan dari Dana Desa.

TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Kutai Barat, Faustinus Syaidirahman mengatakan, saat ini pemerintah sedang melakukan tahapan pendataan ulang kepada warga siapa saja yang layak menerima BLT.TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL 

TRIBUNKALTIM.CO,SENDAWAR- Progran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2021 di Kabupaten Kutai Barat dianggarkan dari Dana Desa.

Seperti diketahui, BLT tersebut merupakan program bantuan pemerintah yang ditujukan kepada warga kurang mampu dan terdampak wabah pandemi Covid-19.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Kutai Barat, Faustinus Syaidirahman, saat ini pemerintah sedang melakukan tahapan pendataan ulang kepada warga siapa saja yang layak menerima BLT.

Baca juga: Kebakaran Terjadi Lagi, Sebuah Mess Perusahaan di Balikpapan Dilalap Jago Merah

Baca juga: PDAM Balikpapan Tidak Mengalir, Pipa IPAM Damai Stop Produksi 45 Persen, Berikut Daerah Terdampak

Dia juga menuturkan, pembagian BLT tersebut dilakukan setiap bulan dan nantinya akan bertahap dengan rinician nilai Rp 300.000 setiap penerima yang terdata.

"BLT tahun ini di Kubar Dianggarkan Dari Dana Desa, Rp 300 ribu perbulan perorang. BLT 2021, sekarang ini masih dilakukan pendataan,  ada beberapa kampung hmyabg sudah," ujar Faustinus Syaidirahman,  Selasa (23/2/2021).

Namun demikian, saat ini BLT di Kutai Barat belum sepenuhnya tersalurkan lantaran anggaran dana desa juga belum dicairkan sehingga belum diketahui pasti kapan BLT akan disalurkan. 

Baca juga: Gubernur Kaltim Isran Noor Sebut Kukar, Kutim dan Mahulu Berpotensi Karhutla, Ini Alasannya

Baca juga: Ingin Memancing, Seorang Pemuda di Samarinda Tiba-tiba Lompat ke Sungai Mahakam, Sempat Minta Tolong

Selain itu, dari 190 Kampung atau Desa yang tersebar di Kutai Barat juga belum keseluruhan melaporkan data terbaru warga penerima BLT.

"Dana desa itu juga untuk BLT sampai Desember yang nilainya Rp 300.000 per penerima/perorang. Jadi untuk tahun ini dan sampai saat ini sudah separuh kampung yang sudah menyampaikan data PKMnya calon penerimanya itu kepada kita yang sudah di Sahkan oleh pak petinggi (Kepala Desa) hanya saja sampai saat ini dananya yang belum cair dan masih dalam progres," jelasnya.

Namun demikian,  Faustinus Syaidirahman menegaskan, apabila DD sudah dicairkan maka pemberian atau penyaluran BLT ke setiap warga penerima nantinya akan didahulukan. 

Dia pun berharap dengan tersalurkannya bantuan BLT tersebut dapat meringankan beban masyarakat ditengah wabah pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya. 

Baca juga: Di Balikpapan Tercatat 104 Kasus Positif Covid-19, Kamar Isolasi di Rumah Sakit Mulai Longgar

"Tetapi nanti kalau sudah cair nanti kita utamakan penyaluran BLTnya yang lebih diutamakan. Penyaluran BLT iti Dana Desanya atau Dana Kampung (DK).

Cukup tidak cukup itu paling tidak ini upaya pemerintah meringankan beban keluarga yang terdampak pandemi ini. Kita tidak harapkan mereka konsumtif tetapi belilah kebutuhan sesuai dengan yang mereka butuh dalam situasi ini," tegasnya.  

Penulis: Zainul Marsyafi/Editor: Samir Paturusi

Penulis: Zainul
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved