Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Jumlah Penumpang Kapal di Pelabuhan Semayang pada 2020 Turun Drastis, Pembangunan IKN Bawa Harapan

Jumlah penumpang kapal laut turun signifikan sepanjang tahun 2020 sebagai akibat dari penyebaran Covid-19. Hal ini diungkap General Manager P

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Pelabuhan Semayang Balikpapan mengalami penurunan penumpang selama masa pandemi. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Jumlah penumpang kapal laut turun signifikan sepanjang tahun 2020 sebagai akibat dari penyebaran Covid-19.

Hal ini diungkap General Manager PT Pelindo IV (Persero) Cabang Balikpapan, Iwan Sjarifuddin.

Diakui Iwan, tidak terjadi pertumbuhan arus penumpang pada tahun lalu, baik kedatangan maupun keberangkatan.

Realisasinya hanya sekira 35 persen dari tahun 2019.

Baca juga: Gubernur Kaltim Isran Noor Sebut Kukar, Kutim dan Mahulu Berpotensi Karhutla, Ini Alasannya

Baca juga: Ingin Memancing, Seorang Pemuda di Samarinda Tiba-tiba Lompat ke Sungai Mahakam, Sempat Minta Tolong

Baca juga: Kebakaran Terjadi Lagi, Sebuah Mess Perusahaan di Balikpapan Dilalap Jago Merah

Selain itu, adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga memberikan dampak pada arus penumpang.

Membuat pihaknya tidak dapat berharap banyak pada arus penumpang.

Pihaknya menargetkan untuk pertumbuhan pendapatan sebesar 4-5 persen, secara keseluruhan dari pendapatan baik dari logistik maupun penumpang.

"Protokol kesehatan sudah kami terapkan dengan maksimal, baik layanan penumpang maupun general cargo," jelas Iwan, Selasa (23/2/2021).

Dari situ, besar harapan agar Covid-19 makin terkendali sehingga berbanding lurus dengan pergerakan ekonomi.

Yang nantinya akan berdampak pada arus penumpang dan bongkar muat di Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Lebih jauh Iwan menjelaskan, untuk tahun 2021, pihaknya belum merencanakan untuk penambahan fasilitas.

Fasilitas yang ada sekarang akan dimaksimalkan.

Sekadar diketahui, luas pelabuhan untuk barang seluas 15 ribu meter persegi, tiap 1.000 meter persegi bisa menampung 6.000 ton dalam sebulan.

"Fasilitas dipersiapkan. Misal yang rusak diperbaiki dan bisa digunakan lagi dengan maksimal. Semoga dengan adanya IKN (ibu kota negara) menjadi angin segar untuk proyek pembangunan dan pendukungnya," ucapnya.

Penulis: Heriani | Editor: Rahmad Taufiq

Penulis: Heriani AM
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved