Breaking News:

Berita Bontang Terkini

Maraknya Praktik 'Orang Dalam' Saat Penerimaan Tenaga Kerja, Ini Saran Anggota DPRD Bontang

Anggota DPRD Bontang, Baktiar Wakkang mengakui, praktik 'orang dalam' saat rekrutmen tenaga kerja kerap terjadi di lingkungan industri di Kota Bontang

TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Anggota DPRD Bontang, Baktiar Wakkang ungkap soal maraknya praktik 'orang dalam' dalam rekrutmen ketenaga kerjaan di lingkungan industri Kota Bontang.TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG-Anggota DPRD Bontang, Baktiar Wakkang mengakui, praktik 'orang dalam' saat rekrutmen tenaga kerja kerap terjadi di lingkungan industri di Kota Bontang.

Ia bahkan acapkali menerima aduan dari warga terkait praktik 'orang dalam' saat penerimaan tenaga kerja.

Praktik ini kadang terkuak dari karyawan itu sendiri saat usai mendapat perlakuan sewanang-wenang dari perusahaan mereka.

Baca juga: Kebakaran Terjadi Lagi, Sebuah Mess Perusahaan di Balikpapan Dilalap Jago Merah

Baca juga: PDAM Balikpapan Tidak Mengalir, Pipa IPAM Damai Stop Produksi 45 Persen, Berikut Daerah Terdampak

"Pengakuanya dari karyawan juga kalau dia sudah di PHK. Makanya kami tahu," ungkap BW sapaan akrabnya, Selasa (23/02/2021).

Kata Bw, perlu ada langkah antisipasi dari pemerintah agar hal ini tidak terus terjadi.

Sebab, jika dibiarkan nantinya akan momok bagi setiap pencari kerja.

Praktik seperti ini, sambungnya, akan merusak regenerasi tenaga kerja. Imbasnya para pekerja yang berkualitas dan potensial, gagal mendapat kesempatan.

Baca juga: Gubernur Kaltim Isran Noor Sebut Kukar, Kutim dan Mahulu Berpotensi Karhutla, Ini Alasannya

Baca juga: Ingin Memancing, Seorang Pemuda di Samarinda Tiba-tiba Lompat ke Sungai Mahakam, Sempat Minta Tolong

"Yah akan seperti itu terus rantainya. Karena karyawan yang diterima tidak berkualitas masuknya lewat jendela akan menularkan ke generasi lanjutanya," beber dia.

Sehingga ia pun mengusulkan, agar Pemkot Bontang segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali). Regulasi itu merupaka turunan dari Perda Alihdaya yang sudah ada.

Baca juga: Di Balikpapan Tercatat 104 Kasus Positif Covid-19, Kamar Isolasi di Rumah Sakit Mulai Longgar

"Perdanya sudah ada tapi teknis di lapangan belum diatur jelas. Makanya harus ada Perwalinya," katanya

Penulis: Ismail Usman/Editor: Samir Paturusi

Penulis: Ismail Usman
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved