Breaking News:

Berita Berau Terkini

Proses Hukum Kasus Pungli Mantan Camat Segah, Kajari Berau Sebut Tinggal Menunggu Putusan Hakim

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Berau Jufri menyebutkan, kedua tersangka kasus pungutan liar tersebut tinggal menunggu tuntutan dari majelis hakim.

TRIBUNKALTIM.CO/IKBAL NURKARIM
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Berau Jufri.TRIBUNKALTIM.CO/IKBAL NURKARIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Proses hukum perkara kasus pungutan liar (pungli) pembebasan lahan di Kecamatan Segah, dengan terdakwa mantan camat Camat berinisial EEH (55) dan penyelenggara negara TM (47), masih terus bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Kota Samarinda.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Berau Jufri menyebutkan, kedua tersangka kasus pungutan liar tersebut tinggal menunggu tuntutan dari majelis hakim.

"Kalau replik dan duplik sudah termasuk pledoi jadi sekarang tinggal putusan dari hakim di Tipikor Samarinda," jelas Jufri.

Baca juga: Kebakaran Terjadi Lagi, Sebuah Mess Perusahaan di Balikpapan Dilalap Jago Merah

Baca juga: PDAM Balikpapan Tidak Mengalir, Pipa IPAM Damai Stop Produksi 45 Persen, Berikut Daerah Terdampak

Dalam kasus tersebut kata Jufri proses pembuktian saksi-saksi telah dilakukan sehingga pihaknya tinggal menunggu hasil dari putusan hakim.

Seperti diketahui, Tim Saber Pungli Kabupaten Berau menangkap dua tersangka dugaan pungutan liar atau pungli.

Mereka yang ditangkap masing-masing berinisial TRM (47), selaku Penyelenggara Negara dan EEH (55), selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca juga: Gubernur Kaltim Isran Noor Sebut Kukar, Kutim dan Mahulu Berpotensi Karhutla, Ini Alasannya

Baca juga: Ingin Memancing, Seorang Pemuda di Samarinda Tiba-tiba Lompat ke Sungai Mahakam, Sempat Minta Tolong

Kedua pelaku diamankan di Kecamatan Segah dan hanya berselang sehari, yakni TRM ditangkap pada 31 Maret 2020 sementara EEH pada 1 April 2020.

Pada kasus dugaan pungli mantan Camat Segah, polisi menjerat Pasal 12 huruf Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999. Jo Pasal 55 KUHPidana. Ancaman pidananya minimal empat tahun.

Penulis: Ikbal Nurkarim/Editor: Samir Paturusi

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved