Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Dugaan Penyalahgunaan Wewenang PT KKT, Kejari Balikpapan Amankan Puluhan Dokumen

mengindikasikan pelanggaran yang menyebabkan kerugian negara. Sebab dari kegiatan oleh PT KKT, terdapat proses bisnis tersebut menyalahi norma hukum.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan periksa sejumlah pihak yang memiliki keterkaitan atas dugaan penyalahgunaan wewenang PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), Rabu (24/2/2021).

Dimana dalam pemeriksaan itu, Kejari Balikpapan membentuk tiga tim yang berpencar memeriksa 3 instansi,

yakni Kantor Kesyahbandaraan dan Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Persero Balikpapan dan PT Kace Berkah Alam (KBA).

Baca juga: NEWS VIDEO Edhy Prabowo Mengaku Siap Dihukum Mati jika Terbukti Bersalah, KPK Beri Tanggapan

Kasi Intel Kejari Balikpapan, Oktario Hutapea mengatakan bahwa disamping pemeriksaan, pihaknya juga melakukan upaya penggeledahan paksa terhadap dokumen-dokumen terkait.

Dari Kantor KSOP Kelas I Balikpapan sendiri, Oktario mengatakan telah mengamankan sejumlah dokumen sebanyak 22 item. Bebernya, itu termasuk dokumen fisik maupun non fisik.

Baca juga: NEWS VIDEO Tak Percaya Kantornya Terendam Banjir, Ganjar Pranowo: Mosok Kantor Gubernur Banjir

Dokumen tersebut, rinci Oktario, antara lain mengenai RKBM 2019-2020, rencana bongkar muat, dokumen bukti keberangkatan dan kedatangan kapal, dokumen terkait dengan rata-rata PNBT dan dokumen terkait lainnya.

Pada awak media, Oktario menegaskan bahwa penyalahgunaan wewenang ini mengindikasikan pelanggaran yang menyebabkan kerugian negara. Sebab dari kegiatan oleh PT KKT, terdapat proses bisnis tersebut menyalahi norma hukum.

Baca juga: NEWS VIDEO Warga Balikpapan Gotong Royong Bagikan Sembako, Penerapan PPKM Mikro

Lanjut Oktario, penyalahgunaan yang diduga oleh oknum ini melibatkan KSOP Kelas I Balikpapan, PT KKT termasuk PT KBA.

Dimana untuk saksi yang telah dimintai keterangan sebanyak 20 orang, yakni Stakeholder terkait dari pihak KKT, pihak Pelindo, dari KSOP pastinya, dari PT KBA, dan pengguna jasa.

Baca juga: NEWS VIDEO Jembatan Penghubung Sangatta Utara dan Selatan Masuk Tahap Finishing

Disinggung mengenai kerugian negara yang timbul, Oktario menduga mencapai sekitar Rp 10 Milyar.

Meski demikian, itu bukan nominal yang paten, sehingga ada potensi penambahan angka.

Dan setelah dokumen dirasa lengkap, Kejari Balikpapan kemudian mengharapkan dari dokumen itu mendukung proses hukum yang berjalan, utamanya menetapkan tersangka.

IKUTI >> News Video

Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah

Videografer: Mohammad Zein Rahmatullah

Video Editor: Ardians

Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah
Editor: Ardians
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved