Breaking News:

Berita Kubar Terkini

DPMK Kubar Minta Kepala Kampung Berinovasi Kembangkan Spot Wisata Kampung

Wilayah Kabupaten Kutai Barat memiliki sejumlah kampung yang dinilai sangat berpotensi dijadikan spot wisata dan mampu membantu perekonomian.

TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI
Suasana puncak Gunung 'S' di Kutai Barat menjadi pilihan masyarakat untuk mengisi hari libur mereka. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR- Wilayah Kabupaten Kutai Barat memiliki sejumlah kampung atau desa yang dinilai sangat berpotensi dijadikan spot wisata dan mampu membantu perekonomian masyarakat Kampung. 

Salah satunya adalah puncak Gunung S di Kampung Lakang Bilem, Kecamatan Nyuatan yang menjadi pilihan masyarakat untuk mengisi hari libur mereka.

Saat ini, di puncak Gunung S sudah dilengkapi beberapa gazebo dan tempat penginapan serta spot paralayang.

Bahkan sebelum kebijakan PPKM, Gunung S sering kali dijadikan tempat berkreasi dan camping.

Baca juga: Kejari Balikpapan Sudah Amankan Puluhan Dokumen Terkait Kasus PT Kaltim Kariangau Terminal

Baca juga: BREAKING NEWS 7.680 Botol Vaksin Sinovac Tiba, Disimpan di Gudang Pendingin yang Dijaga Ketat Brimob

Namun sayangnya wisata Gunung S tersebut pengelolaannya dinilai belum terlalu maksimal.

Sehingga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Kutai Barat, Faustinus Syaidirahman meminta para kepala kampung atau petinggi kampung (Kepala Desa) di Kutai Barat agar melalukan inovasi dan terobosan baru untuk meningkatkan pengelolaan potensi wisata.

Dia mencontohkan, salah satu inovasi tersebut adalah menggandeng pihak ketiga atau perusahaan swasta untuk melakukan pengembangan fasilitas, seperti gazebo dan sejenisnya. 

"Tergantung bagaimana kerja samanya dengan pemerintah desa itu, jadi bisa kerja sama dengan perusahaan itu supaya nanti tidak hanya memanfaatkan dari dana desa itu, belum lagi dana desa itu terbatas.

Jadi tergantung dari kreativitas kepala kampungnya, jadi kalau mau maju harus berinovasi bagaimana cara melakukan terobosan-terobosan dengan pihak ketiga yang sesuai dengan aturan," ujarnya, Rabu (25/2/2021).

Sehingga, lanjut Faustinus Syaidirahman, masyarakat kampung dapat diberdayakan atau dipekerjakan sebagai pegawai di lingkungan pengelolaan wisata kampung tersebut. 

Halaman
12
Penulis: Zainul
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved