Minggu, 19 April 2026

Kabar Artis

Kabar Ashanty Meninggal Dunia Sampai ke Jember, Tapi Sekarang Anang Hermansyah Bisa Bernafas Lega

Perlahan-lahan Anang Hermansyah mulai bisa bernafas lega. Pasalnya, kondisi kesehatan keluarganya yang terpapar covid-19 perlahan-lahan mulai membaik

Istimewa
Kabar Ashanty Meninggal Dunia Sampai di Jember, Tapi Kini Anang Hermansyah Bisa Bernafas Lega 

TRIBUNKALTIM.CO - Perlahan-lahan Anang Hermansyah mulai bisa bernafas lega.

Pasalnya, kondisi kesehatan keluarganya yang terpapar covid-19 perlahan-lahan mulai menunjukan perkembangan yang baik.

Termasuk sang istri, Ashanty yang dikabarkan mulai membaik.

Bahkan, kabar yang diterima, kini Ashanty sudah keluar dari rumah sakit dan saat ini sudah kembali ke rumah.

Walaupun sudah dapat kembali ke rumah, namun Ashanty tetap harus menjalani isolasi mandiri setelah terpapar covid-19 sejak sepuluh hari lalu.

Ashanty juga masih harus menunggu hasil swab terbaru untuk benar-benar memastikan sudah pulih dari covid-19.

Baca juga: Kabar Ashanty Meninggal, Anang Kaget! Datang dari Mulut Ayahnya, Jelaskan Kondisi Istri Sebenarnya

Baca juga: Situasi Rumah Anang Hermansyah Berubah Duka, Asisten tak Kuasa Menangis Ceritakan Kondisi Ashanty

Musisi Anang Hermansyah mengaku kaget ketika mendengar berita hoaks yang menyebut kabar Ashanty meninggal dunia.

Juri Indonesian Idol itu pertama kali mendengar kabar burung tersebut dari keluarganya di Jember.

"Malah Abahku yang di Jember sampai ngomong, 'Ashanty enggak apa-apa kan? Kenapa ya kok beritanya Ashanty sampai meninggal?' kata Anang Hermansyah dikutip dari kanal YouTube The Hermansyah A6, Selasa (23/2/2021).

"'Waduh, enggak' aku bilang. Ashanty sekarang di rawat di rumah sakit," ujar Anang lagi.

Anang Hermansyah lantas membenarkan bahwa kondisi Ashanty sempat menurun sejak dinyatakan positif covid-19 pada 15 Februari 2021.

Namun, hingga saat ini, Ashanty masih mendapat perawatan dan pengobatan medis untuk bisa sembuh dari virus corona.

Ashanty dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya menurun saat menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: Update Kondisi Rumah Anang Hermansyah, Ayah Aurel Kaget Dapat Kabar Ashanty Meninggal, Ini Faktanya

Baca juga: Kagetnya Anang Hermansyah Dapat Kabar dari Jember Ashanty Meninggal Karena Covid-19, Ternyata Hoaks

Selain itu, keputusan itu langsung diambil Anang Hermansyah demi mencegah penularan yang lebih luas di pihak keluarga.

"Keadaan bunda memang, mungkin lihat keadaan mungkin tambah drop ya. memang kuncinya dari covid-19 selain diobati memang suasananya harus terbangun supaya tidak terlalu kepikiran," ucap Anang.

Pikiran Ashanty diduga sangat terbebani setelah mengetahui anak-anaknya, Aurel, Azriel, dan Arsy, juga dinyatakan positif covid-19.

Oleh karenanya, Anang Hermansyah memutuskan agar Ashanty dirawat di rumah sakit setelah dua hari isolasi mandiri.

Penyakit Autoimun

Seperti diberitakan sebelumnya, Ashanty sempat datang ke rumah sakit pada Selasa (16/2/2021) untuk memeriksakan paru-parunya.

Sebelumnya pada 2019, Ashanty telah didiagnosis mengidap autoimun, yaitu sekumpulan penyakit di mana kekebalan tubuh seorang menyerang sel tubuh yang sehat.

Dijelaskan dr Hendra Gunawan SpPD, penyakit ini merupakan penyakit kronis eksaserbatif, artinya ada suatu saat pasien dalam fase remisi (aktivitas penyakit rendah) dan sebaliknya ada suatu saat pasien dalam fase flare up (aktivitas penyakit tinggi).

Istilah autoimun saat ini umumnya mengacu pada penyakit tertentu, seperti Lupus eritematosus sistemik dan artritis reumatoid.

Namun sebenarnya, batasan penyakit autoimun tidak hanya dua penyakit tersebut.

Baca juga: Suteng Menangis Pilu Lihat Kondisi Ashanty Terkini Lawan Covid: Saya Gak Tega Lihat Bunda, Kasihan

Baca juga: Tangis Pecah Kala Mengetahui Keadaan Ashanty, Anang Hermansyah Kian Terpukul, Rumahnya Jadi Sorotan

Lalu, benarkah pengidap autoimun lebih berisiko terinfeksi covid-19?

Hingga saat ini, studi terdahulu menyatakan bahwa pasien autoimun dengan aktivitas penyakit yang tinggi, lebih berisiko mengalami infeksi apapun, termasuk infeksi virus.

“Namun, sampai sekarang memang masih belum ada bukti yang menunjukkan adanya peningkatan risiko infeksi covid-19 pada pasien dengan autoimun,” ujar dokter yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/2/2021).

Senada dengan hal itu, panduan dari IRA (Indonesian Rheumatology Association) juga menyebutkan, pasien autoimun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit infeksi.

Hal ini karena umumnya pasien autoimun memiliki kekebalan tubuh yang lebih rendah, yang disebabkan oleh obat-obatan yang bersifat immunosuppresant atau menurunkan kekebalan tubuh.

Obat-obatan tersebut digunakan untuk mengontrol penyakit autoimun.

Selain itu, menurut dr Hendra, bila kondisi imunitas tubuh berada dalam pengaruh obat immunosuppresant, maka respons tubuh terhadap infeksi covid-19 juga menurun, sehingga risiko terjadinya covid-19 gejala berat lebih besar.

Namun, seberapa besar peningkatan risiko keparahan infeksi covid-19 pada pasien dengan penyakit autoimun pada berbagai tingkat aktivitas penyakit, menurutnya masih belum diketahui hingga kini.

Dokter Hendra menekankan pentingnya pasien dengan autoimun menginformasikan pada dokter yang merawat, terkait riwayat pengobatan yang dijalani.

“Dengan begitu, dokter dapat menilai aktivitas penyakit autoimun yang diderita pasien,” katanya.

Selain itu, pasien harus selalu diingatkan untuk menjaga diri dengan melakukan protokol 5M, yaitu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman minimal 1,5-2 M, memakai masker, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Begitu juga pada pasien yang melakukan isolasi mandiri, tetap lakukan protokol kesehatan 5M, jaga kesehatan dengan minum cukup, makan makanan bergizi, olah raga teratur, dan mengonsumsi obat autoimun sesuai dengan anjuran dokter yang merawat.

Prosedur pengobatan covid-19 pada pasien autoimun

Dr Hendra menuturkan, tatalaksana covid-19 pada pasien autoimun, secara umum pengobatannya ditujukan untuk mengatasi infeksi covid-19, namun harus disesuaikan dengan aktivitas penyakit pasien pada saat itu.

“Dokter harus mengetahui dulu, apakah penyakit autoimun yang diderita pasien sedang berada dalam kategori remisi atau flare up (aktivitas penyakit tinggi),” kata dr Hendra.

Sesuai dengan rekomendasi terbaru dari ACR (American College of Theumatology version 3), jika pasien autoimun dalam fase remisi/aktif dan tidak ada kecurigaan covid-19, maka pengobatan dapat dilanjutkan.

“Namun jika pasien ada riwayat paparan terhadap virus covid-19 atau masuk kriteria suspect maupun probable, maka tergantung jenis pengobatan sebelumnya, ada yang bisa tetap dilanjutkan ada yang harus dihentikan hingga 2 minggu untuk observasi,” jelas dr Hendra.

Baca juga: NEWS VIDEO Tangis Asisten Keluarga Semakin Dalam Saat Ceritakan Kondisi Ashanty

Baca juga: Tangis Asisten Keluarga Semakin Dalam Saat Ceritakan Kondisi Ashanty, Mengaku tak Tega Melihat

“Atau 7-14 hari bebas gejala pasca infeksi covid-19 pada kasus terkonfirmasi dengan gejala ringan - sedang, atau 10-17 hari bila pasien dinyatakan konfirmasi covid-19 namun tanpa gejala klinis,” katanya mengimbuh.

Sementara itu, ia melanjutkan, pada pasien autoimun dgn infeksi covid-19 gejala berat, keputusan memulai obat-obatan terkait autoimun diputuskan sesuai pemeriksaan dan pertimbangan klinis dari dokter.

Selain treatment obat, dr Hendra mengingatkan pentingnya untuk selalu menjaga diri dengan menerapkan protokol 5M

Begitu juga pada pasien yang melakukan isolasi mandiri, tetap lakukan protokol kesehatan 5M, jaga kesehatan dengan minum cukup, makan makanan bergizi, olah raga teratur, dan mengonsumsi obat autoimun sesuai dengan anjuran dokter yang merawat. (*)

Editor: Christoper Desmawangga


Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Dapat Kabar dari Jember Ashanty Meninggal Dunia Karena covid-19, Anang Hermansyah Sangat Kaget
Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved