Ibu Kota Negara

Daerah Calon Ibu Kota Negara di Penajam Paser Utara, Klaim Tidak Memiliki Desa Berstatus Tertinggal

Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur mencatatat terdapat 30 desa dari 4 Kecamatan

Editor: Budi Susilo
DOK TRIBUNKALTIM.CO
INFRASTRUKTUR - Situasi kondisi akses jalan utama rusak di daerah kawasan calon Ibu Kota Negara atau di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur mencatat terdapat 30 desa dari 4 Kecamatan.

Dari data yang dihimpun dari 30 desa tersebut sejak tahun 2019, Penajam Paser Utara tidak mempunyai desa yang berstatus sangat tertinggal ataupun tertinggal.

Saat ini, status paling rendah yang dimiliki desa adalah berstatus berkembang.

Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara yang juga menjadi cikal bakal calon Ibu Kota Negara (IKN) yang baru diketahui memiliki 3 desa mandiri.

Baca juga: Amankan Aset Pemerintah di Ibu Kota Negara, BKAD Penajam Paser Utara Sudah Pasang Plang di 30 Titik

Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Nurbayah.

"Desa mandiri kita ada 3, yaitu desa Giri Mukti, Desa Babulu Darat, dan Desa Bukit Raya," kata Nurbaya, Jumat (26/2/2021).

Sementara indeks desa membangun (IDM) di Penajam Paser Utara pada tahun lalu mengalami peningkatan dari data pada tahun 2019 yaitu dengan bertambahanya 2 Desa Mandiri pada tahun 2020.

Nurbaya menjelaskan tenang apa itu Desa Mandiri, menurutnya desa mandiri itu bukan berarti desa yang tidak didanai oleh pemerintah.

Baca juga: Bertemu Presiden Jokowi, Gubernur Kaltim Isran Noor Bawa Pesan Ibu Kota Negara Pasti Berlanjut

Melainkan bagaimana suatu desa dapat melakukan kegiatan agar BUMDes bisa maju.

Bisa mengajak masyarakat ikut serta dalam kemajuan ekonomi desa.

Desa mandiri itu maksudnya bukan harus tidak didanai tapi bagaimana desanya itu bisa berbuat sesuatu.

"Bisa mengajak masyarakatnya untuk melakukan sesuatu agar BUMDes-nys bisa maju," kata dia.

Baca juga: Berpisah dari Kota Samarinda dan Alasan Ibu Kota Negara, Akademisi Unmul: Cocok jadi Kota Mandiri

"Yang penting harapan kita desa itu bagaimana ekonomi rakyat khsusnya until PAD bisa bertambah, dengan cara desa itu harus mandiri," ujarnya.

Contoh bumdes misalnya wisata, dari wisata itu supaya dapat Pendapatan Asli Daerah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved