Breaking News:

Opini

Menunggu Realisasi Janji Kampanye Kepala Daerah

Secara moral, janji adalah sesuatu yang seharusnya secara sungguh-sungguh dipegang untuk kemudian direalisasikan menjadi kenyataan, bukan sebaliknya.

dok pribadi
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Merdeka Malang 

Oleh : Wisynu Aji Indro Asmoro, SH

Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Merdeka Malang

Tinggal di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur

KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri) sudah menentukan jadwal pelantikan kepala daerah pemenang Pilkada 2020. Sebanyak kurang lebih 170-an kepala daerah rencananya akan dilantik pada 26 Februari 2021 secara virtual. Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri.

Akmal Malik (2021) mengatakan, pelantikan dilakukan secara serentak dan bertahap karena adanya disparitas sebaran akhir masa jabatan 270 daerah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020. Kemendagri merinci, ada 1 kepala daerah yang masa jabatannya habis pada Mei 2019 lalu (saat ini pemerintahan dipegang penjabat wali kota), 207 habis Februari 2021, 13 daerah pada Maret, 17 daerah pada April, 11 daerah pada Mei, 17 daerah pada Juni, 1 daerah pada Juli, 2 daerah pada September dan 1 daerah pada Februari 2022. Sehingga, jumlah kepala daerah yang akan dilantik pada 26 Februari 2021 ini diperkirakan kurang lebih 170-an. Rencana awal, dilantik pada 26 Februari.

Kemendagri mengimbau seluruh Gubernur, KPUD, dan DPRD segera menyelesaikan tahapan-tahapan sebagai prasyarat penerbitan dokumen SK pengkajian kepala daerah. Pelantikan Wali Kota dan Bupati akan dilakukan secara virtual mengingat kondisi pandemi Covid-19. Agar tidak melanggar pasal 164 UU 10/2016 yang mengatur bahwa Bupati dan Wali Kota dilantik di Ibu Kota Provinsi, kata Akmal, maka gubernur yang melantik akan tetap berada di Ibu Kota Provinsi, sementara Bupati dan Wali Kota di daerah masingmasing dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan maksimal 25 orang di ruangan pelantikan.

Untuk daerah yang menggelar Pilkada 2020 masih bersengketa, akan dilantik menunggu putusan Mahkamah Konstitusi pada akhir Maret. Sementara yang masa jabatannya habis April akan dilantik akhir April. Begitu pun yang masa jabatannya habis Mei dan Juni akan dilantik akhir Juni atau awal Juli. Adapun kepala daerah yang masa jabatannya habis September dan Februari 2022, sedang dikomunikasikan agar tidak melanggar undang-undang yang menetapkan masa jabatan kepala daerah selama lima tahun.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Pelantikan Virtual

Menurut Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik (2021) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memutuskan pelantikan kepala daerah terpilih di Pilkada  2020 akan dilaksanakan secara virtual. Hal ini guna mencegah penyebaran virus COVID-19 yang hingga saat ini masih belum berakhir.

Akmal (2021) mengatakan pelantikan kepala daerah terpilih nantinya dilaksanakan sesuai ketentuan Pasal 64 UU No 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No 1 Tahun 2015 tentang Penetapan PP Pengganti UU No 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi UU. Bahwasanya bupati, wali kota dilantik di ibu kota provinsi, gubernur yang akan melantik tetap berada di ibu kota provinsi, sementara bupati wali kota berserta wakil-wakilnya berada di daerah masing-masing. Pelantikan juga akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Akmal mengatakan kapasitas ruangan maksimal hanya 25 orang dan wajib menjaga jarak.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved