Breaking News:

Virus Corona di Kaltim

Sales Omzet Pusat Perbelanjaan di Kaltim Menurun Drastis, APPBI Usulkan Vaksinasi Karyawan Mall

Aries Adriyanto Ketua APPBI DPD Kalimantan Timur menuturkan selama pandemi Corona terlebih lagi dari penerapan Kaltim Steril

TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Aktivitas pusat perbelanjaan Plaza Balikpapan gerai Max Fashion di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Sabtu (27/2/2021) pagi. TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Aries Adriyanto Ketua APPBI DPD Kalimantan Timur menuturkan selama pandemi Corona terlebih lagi dari penerapan Kaltim Steril atau Kaltim Berdiam Diri di Kalimantan Timur berdampak pada kegiatan ekonomi di pusat perbelanjaan

Kata dia, dua pekan telah berlalu semenjak pemerintah Kota Balikpapan menerapkan kebijakan Kaltim Silent harus diterima kenyataannya.

Bahwa, ujar Aries, kebijakan tersebut memiliki dampak kerugian yang cukup besar bagi pusat perbelanjaan (Mall) khususnya di Kalimantan Timur.

Dampak kerugian tersebut antara lain menurunnya tingkat kunjungan ke Kota Balikpapan melalui tranportasi darat dan laut karena sempat dilakukan Swab Antigen di perbatasan.

Baca juga: 215 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Balikpapan selama 2021, Ahli Waris tak Lagi Dapat Santunan

"Akibatnya tingkat hunian Hotel di Balikpapan hanya sampai 20 persen saja dan hal ini berdampak pula terhadap menurunnya kunjungan orang ke pusat perbelanjaan atau mall," kata Aries Adriyanto selaku Ketua APPBI DPD Kalimantan Timur pada Sabtu (27/2/2021) melalui press rilis yang dikirim ke Tribunkaltim.co.

Selain itu, bioskop dan permainan anak yang diharuskan tutup pada hari Minggu serta adanya kewajiban 75 persen Work From Home (WFH) mengakibatkan drastisnya penurunan customer.

Para karyawan atau pekerja yang biasanya makan siang di Mall, kini sudah sangat minim bahkan hampir tidak ada lagi.

“Pada akhir pekan yang biasanya pada moment inilah mall ramai dikunjungi, kini terasa lebih sepi tidak seperti akhir pekan sebelum diberlakukannya PPKM dan Kaltim Steril,” ujarnya.

Baca juga: Baru Separuh dari Total Pedagang Pasar Klandasan Balikpapan yang Telah Disuntik Vaksin Sinovac

Aries menambahkan, orang berkunjung ke Kota Balikpapan menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan orang Balikpapan yang keluar kota.

Tadinya, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sebagai destinasi, saat ini berubah.

Halaman
123
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved