Berita Tarakan Terkini

Webinar Kerjasama UBT Tarakan -INOVASI, Usul Langkah Strategis Kurangi Kerugian Akibat Learning Loss

FKIP Universitas Borneo Tarakan (UBT) bersama Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) merekomendasikan sejumlah langkah strategis

Penulis: Risnawati | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, RISNAWATI
Webminar Mitigasi Learning Loss untuk mencegah kerugian ekonomi dan sosial di masa depan akibat PJJ berkepanjangan yang diselenggarakan oleh FKIP Universitas Borneo Tarakan berkerjasama dengan Program INOVASI secara daring. TRIBUNKALTIM.CO, RISNAWATI 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Tarakan (UBT) bersama Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) merekomendasikan sejumlah langkah strategis.

Tujuannya untuk mencegah kerugian jangka panjang akibat penurunan kemampuan belajar siswa (learning loss).

Baca juga: Tanggal Pengumuman Kartu Prakerja Gelombang 12, Tanda Lolos Prakerja, Login www.prakerja.go.id

Rekomendasi ini merupakan rangkuman pemikiran para akademisi, jurnalis, kepala sekolah, dan guru yang disampaikan dalam kegiatan Webinar Mitigasi Learning Loss untuk Mencegah Kerugian Ekonomi dan Sosial di Masa Depan Akibat PJJ Berkepanjangan.

Para narasumber mengusulkan penggunaan kurikulum darurat, asesmen siswa, pembelajaran terdiferensiasi, pelatihan dan pendampingan guru, serta partisipasi masyarakat sebagai langkah kunci untuk mengantisipasi kerugian lebih besar akibat learning loss.

”Seluruh rekomendasi ini akan kami teruskan kepada Kemdikbud, Kemenag, pemerintah daerah, LPTK, dan masyarakat,” ujar Dekan FKIP UBT, Suyadi melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (27/2/2021).

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Sabtu 27 Februari 2021, Libra Tersiksa Cemburu, Capricorn Perlu Santai

Baca juga: Prediksi Peruntungan Shio Sabtu 27 Februari 2021 Shio Kelinci Periode Bahagia dan Sukses, Shio Ayam?

Suyadi mengatakan upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag), untuk mencegah learning loss melalui pembukaan sekolah harus diikuti dengan upaya pemulihan kemampuan belajar.

Upaya pemulihan ini dibutuhkan agar siswa mampu mengejar ketertinggalannya, akibat terlalu lama belajar dalam kondisi darurat.

Pemulihan ini harus didukung dengan penyesuaian kurikulum agar pembelajaran terfokus pada kompetensi literasi dan numerasi.

Baca juga: Berita AC Milan - Rossoneri Pasrah, Ibrahimovic Kembali Buat Ulah, Inter Sindir Soal Treble Winner

“Kami mengusulkan kepada pemerintah pusat agar meneruskan kebijakan kurikulum darurat, paling tidak untuk tahun ajaran 2021-2022,” tambahnya.

Penggunaan kurikulum darurat tidak hanya mengurangi beban mengajar guru, tetapi juga memberikan kesempatan kepada guru untuk menerapkan TaRL (teaching at the right level), dan remedial bagi siswa yang kehilangan kompetensi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved