Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Tarif Tambat di Dermaga Diusulkan Dishub Samarinda Naik, Upaya Tingkatkan PAD

Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dinas perhubungan (Dishub) Samarinda, sudah memikirkan guna melakukan peningkatan.

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Salah satu Dermaga milik Dishub Kota Samarinda, yakni Dermaga Mahakam Ilir tepatnya di Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dinas perhubungan (Dishub) Samarinda, sudah memikirkan guna melakukan peningkatan biaya restribusi tambat kapal di Terminal Khusus (Tersus) milik Pemkot Samarinda.

Upaya ini tentu dilakukan juga melihat dari daerah lainnya, berdasar uji persamaan pengelolaan Tersus milik Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) dan Pemkab Mahakam Ulu (Mahulu).

Di Kukar itu Rp 45 ribu untuk 90 menit tambat, dan di Mahulu Rp 40 ribu dalam 24 jam.

"Sementara disini (Samarinda) hanya Rp 5 ribu sekali tambat, yang tidak ada batas waktunya,” jelas Plt Kepala Dishub Samarinda, Herwan Rifai, melalui Kabid Angkutan, Teguh Setiawardana, Minggu (28/2/2021).

Baca juga: Bobol Konter HP di Samarinda, Tiga Pemuda Dibekuk Reskrim Polsek Sungai Kunjang

Dari segi aturan, mengenai tarif tambat yang jauh dibawah kota dan kabupaten lainnya ini. 

Tertuang di Perwali Nomor 14 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha.

Baru-baru ini, pihaknya mengusulkan untuk menaikkan tarif tambat ke Walikota Samarinda.

"Kami usulkan kenaikan menjadi Rp 30 ribu per-24 jam. Itu sudah disetujui bapak Wali Kota sebelumnya (Syaharie Jaang),” ungkap Teguh, sapaan akrabnya.

Baca juga: Mengenal Program Pro Bebaya Milik Walikota Samarinda Andi Harun dan Wawali Rusmadi Wongso

Terikait kenaikan tersebut, Teguh melanjutkan, tentu mendongkrak PAD Kota Samarinda dari sektor transportasi sungai.

Lantaran pada tahun 2020 lalu, Dishub hanya dapat memenuhi setengah dari target yang ditentukan.

Baca juga: Unit Inafis Polresta Samarinda Simpulkan Arus Pendek Listrik Picu Kebakaran Tepi Sungai Mahakam

Sementara target untuk retribusi tambat kapal itu adalah Rp 150 juta, tahun kemarin kita hanya mencapai Rp 75 juta.

"Nah, itu kan sulit kalau biaya penerimaan restribusi yang ditetapkan jauh di bawah standar,” pungkasnya.

Penulis M Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo

Penulis: Mohammad Fairoussaniy
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved