Virus Corona di Samarinda
Walikota Samarinda Andi Harun dan Wakilnya Rusmadi Gelar Rapat Perdana Bahas Penanganan Covid-19
Rapat perdana yang dilaksanakan pasangan Walikota dan Wawali Samarinda, Andi Harun-Rusmadi, di ruang rapat Walikota Samarinda, Senin (1/3/2021), memba
Penulis: Muhammad Riduan |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rapat perdana yang dilaksanakan pasangan Walikota dan Wawali Samarinda, Andi Harun-Rusmadi, di ruang rapat Walikota Samarinda, Senin (1/3/2021), membahas penanganan Covid-19 di Samarinda,
Wakil Walikota Samarinda, Rusmadi Wongso, menyampaikan bahwa pada penanganan Covid-19 2021, masuk dalam era baru.
Pada era baru tersebut, kata Rusmadi, memprioritaskan bagaimana pencegahan dengan cara penegakan protokol kesehatan.
Baca juga: Walikota Bontang Tolak Teken Pengajuan Bongkar Muat 100 Ribu Ton Batubara di Pelabuhan Loktuan
Baca juga: Kecelakaan Maut di Karang Rejo Balikpapan, Satu Orang Meninggal, Diduga karena Minimnya Penerangan
Baca juga: Nikmati Seporsi Mi Demek, Menu Baru dari Nam Min Kebun Sayur Balikpapan nan Menggugah Selera
"Prioritas utama kita adalah pertama tentang pencegahan, terutama upaya kita untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan," ujarnya kepada TribunKaltim.co, Senin (1/3/2021).
Selanjutnya yang kedua terkait penanganan, terutama dampak sosial dan juga ekonomi.
"Tadi pak Walikota Andi Harun memberikan arahan untuk bagaimana kegiatan usaha bisa pulih kembali," tuturnya.
Ia menambahkan, langkah pencegahan yang dimaksudkan yakni adalah masuk pada tingkat Mikro.
Jadi adanya pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM) skala mikro, dengan instrumen melalui kampung tangguh.
Karena hal yang penting adalah partisipasi dari masyarakat.
"Artinya kita semua sadar bahwa adanya ini virus, agar tidak boleh panik, tetapi juga nggak boleh sombong," ucapnya.
Maksudnya, kata dia, sekarang ini masuk kepada suatu kehidupan normal, tetapi dengan kebiasaan yang baru, sesuai dengan protokol kesehatan.
Semisal dulunya keluar rumah tidak memakai masker, tapi sekarang harus memakai masker.
Kalau dulu pertokoan tidak ada tempat cuci tangan atau hand sanitizer, sekarang harus ada.
Lebih lanjut, ia mengatakan kalau kafe atau tempat nongkrong, adanya kerumunan, itu ada pembatasan.
"Kami akan lakukan penegakan, dan bahkan tindakan, pada saatnya. Paling tidak satu bulan pertama ini ingin membangun kesadaran bersama," imbuhnya.
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Rahmad Taufiq
