Virus Corona di Balikpapan
Giliran Guru di Balikpapan Divaksin Covid-19, Tiada Penolakan dan Efek Samping
Ratusan guru dan tenaga pendidik di Kota Balikpapan menerima vaksinasi Covid di gedung BSCC Dome, Selasa (2/3/2021).
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ratusan guru dan tenaga pendidik di Kota Balikpapan menerima vaksinasi Covid-19 di gedung BSCC Dome, Selasa (2/3/2021).
Nampak suasana antusias bagi guru dan tenaga pendidik dalam mengikuti proses vaksinasi tersebut.
Bahkan tak sedikit dari mereka yang swafoto saat lengan kirinya disuntik oleh petugas medis atau vaksinator.
"Saya senang aja, sudah berkontribusi disini. Semoga dengan ini pandemi segera berlalu," kata Cahyadi, salah satu guru sekolah dasar usai divaksin.
Baca juga: Vaksinator Covid-19 di Balikpapan Ditambah, Dinkes Telah Siapkan 296 Tenaga Penyuntik
Sementara itu, salah seorang pekerja di kantor Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Marwita mengatakan tak merasakan gejala apapun.
Tidak ada rasa sakit atau gejala tidak normal yang ia rasakan usai mendapatkan vaksinasi Covid-19.
“Enggak ada gejala apa-apa. Biasa saja,” katanya.
Ia meyakini kondisi fit yang dirasakannya lantaran sebelum pelaksanaan vaksinasi, ia menerapkan pola istirahat cukup dan melakukan sarapan.
Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Kala Pandemi Covid-19, Bupati Bulungan Syarwani Pakai Kehati-hatian
"Sebenarnya ga ada persiapan khusus, sarapan aja tadi pagi. Saya juga ga ada kontak erat atau komorbid. Agak sedikit gugup aja tadi waktu divaksin," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Muhaimin mengaku tidak ada penolakan dari para guru soal proses vaksinasi.
Baca juga: Bupati dan Wabup Kukar Jalani Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua, Edi Damansyah: Pagi Tadi Belum Sarapan
Tidak ada tendensi, para guru dan tenaga pendidik justru menilai vaksinisasi covid-19 aman digunakan untuk meminimalisir penyebaran virus Corona.
"Sepanjang yang saya tahu mereka sangat antisuas untuk divaksin. Karena pendidik itu harus jadi contoh yang pertama," jelasnya.
Belum Putuskan Metode Tatap Muka
Dinas Pendidikan Kota Balikpapan belum memutuskan kebijakan baru soal penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Sebagaimana diketahui, Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim berharap pembelajaran tatap muka (PTM) bisa segera dilakukan pasca proses vaksinasi.
"Pertama kita lihat kondisi dan situasi, kedua kita harus mendapat rekomendasi dari gugus tugas," ujar Kepala Disdik Balikpapan Muhaimin, Senin (1/3/2021).
Menurutnya kebijakan pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan Nadiem Makariem harus disikapi dengan bijak.
Baca juga: Badan Rebahan Foto Liburan! Pandemi Corona di Rumah Aja, Djeni Kenang Melancong ke Penjuru Indonesia
Sebab setiap daerah mengalami kondisi yang berbeda tingkat penyebaran dan kasus positif Covid-19.
"Apa yang disampaikan Pak Menteri itu harapan kita agar tahun ajaran baru sudah bisa menerapkan metode pembelajaran tatap muka," katanya kepada Tribunkaltim.co di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Muhaimin mengatakan kondisi di Kota Minyak belum memungkinkan untuk menerapkan metode PTM.
Hal itu lantaran jumlah penambahan kasus positif harian masih berada di sekitaran angka seratus kasus per harinya.
Menurutnya, Satgas masih memiliki waktu untuk melandaikan jumlah kasus, agar pemerintah bisa merealisasikan metode PTM bagi anak sekolah.
Baca juga: Satu Warga Sotek PPU Meninggal Akibat Covid-19, 49 Pasien Sudah Kehilangan Nyawa karena Corona
"Ini kan masih bulan Februari, nanti di bulan Juli baru kita mulai tahun ajaran baru 2021-2022," ucapnya.
Sampai saat ini, lanjutnya, sekolah di Kota Minyak masih menerapkan metode pembelajaran daring.
Para guru yang jumlahnya sekitar enam ribu orang juga masih menunggu tahapan vaksinasi yang rencananya mulai dilakukan besok.
Baca juga: Sepak Terjang Bupati Berau Sri Juniarsih dalam Menekan Penyebaran Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
Menurut informasi yang dia terima, para guru akan mendapat jatah 750 dosis vaksinasi yang akan disuntikkan tahap pertama.
"Ya jumlahnya kan enam ribu tapi ini masih tahap pertama," sebut Muhaimin.
Baca juga: Dapat Vaksin Pertama tapi Harus Tugas Keluar Kota, Kadinkes Balikpapan Imbau Lapor Faskes Terdekat
Dengan vaksinasi yang sudah mulai berjalan, maka besar kemungkinan metode PTM akan berjalan di tahun ajaran baru 2021-2022.
"Kita para guru dalam posisi menunggu jatah vaksin. Kami sadar kalau vaksinasi kan tidak hanya untuk guru, tapi ada pelayanan publik lain juga," tutupnya.
Penulis Miftah Aulia | Editor: Budi Susilo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tenaga-pendidik-dan-guru-guru-gedung-bscc.jpg)