Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Gubernur Kaltara Ajak Pakai Batik Khas Kaltara, Pencetus Batik Lulantatibu di Nunukan Banjir Order

Usai resmi menjabat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang mengajak masyarakat pakai batik khas Kaltara. Atas kebijakan ini, pen

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS
Kasi Kemitraan dan Ekonomi Kreatif Disparpora Nunukan sekaligus pencetus batik Lulantatibu di Nunukan, Wahyu Muji mengaku senang mendengar imbauan Gubernur Kaltara untuk memakai batik khas Kaltara tiap Kamis dan Jumat. TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN- Usai resmi menjabat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang mengajak masyarakat pakai batik khas Kaltara.

Atas kebijakan ini, pencetus batik Lulantatibu di Nunukan memberikan komentar.

Ajakan Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang itu, disampaikan saat memberikan sambutan di acara serah terima jabatan Gubernur Kaltara, bertempat di Gedung DPRD Kaltara, belum lama ini.

Baca juga: Jago Merah Lalap Rumah Kosong di Balikpapan Baru, Pemadaman Dilakukan dengan Membongkar Atap

Baca juga: 9 Pejabat Korps Adhyaksa Kaltim Dirotasi, Lima Orang Jabat sebagai Kajari

"Mari kita gunakan batik khas Kaltara, karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan identitas," ujar Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang saat sambutan belum lama ini.

Pencetus batik Lulantatibu di Nunukan, Wahyu Muji mengaku senang mendengar imbauan Gubernur Kaltara yang baru itu.

Pasalnya, batik Lalantatibu yang sudah ditetapkan sejak 2013 lalu sebagai batik khas Nunukan, kini ramai dilirik konsumen.

"Alhamdulillah Bapak Gubernur memberikan imbauan untuk menggunakan batik khas Kaltara tiap Kamis dan Jumat. Kalau lingkup Kaltara tidak hanya bicara Nunukan, Malinau, atau KTT, tapi setiap kabupaten/kota di Kaltara punya desain batik masing-masing. Itu bisa digunakan," kata Wahyu Muji kepada TribunKaltara.com, Selasa (2/3/2021).

Menurut Wahyu Muji, Nunukan harus berbangga lantaran memiliki batik khas Lulantatibu.

Lulantatibu merupakan gabungan nama etnis pribumi di Nunukan yakni Dayak Lundayeh, Dayak Tagalan, Dayak Taghol, Dayak Tidung dan Bulungan.

Bahkan, lima motif batik ini sudah memiliki hak cipta dan historis sesuai kebudayaan masing-masing.

Baca juga: Vaksin Massal Digelar Lagi di Balikpapan, Tiga Golongan Jadi Sasaran Vaksin Covid-19 Pekan Ini

Baca juga: Satgas Covid-19 Balikpapan Beberkan Aturan Baru, Cek 4 Jenis Merk Vaksin Corona yang Dilarang

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved