Breaking News:

Opini

Melawan Serangan Hoaks di Tengah Pandemi Covid-19

Tak hanya menghadapi Covid-19, berita bohong (hoaks) terkait isu Covid-19 dan vaksin Covid-19 belakangan ini juga turut menjadi pembicaraan masyarakat

Editor: Sumarsono
Shutterstock
Ilustrasi hoaks, hoax(Shutterstock) 

Oleh: Sumarsono

Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Timur

TRIBUNKALTIM.CO - SATU tahun sudah sejak Maret 2020, Indonesia berjibaku melawan Covid-19. Tak hanya menghadapi virus yang kali pertama muncul di Wuhan, China, berita bohong (hoaks) terkait isu Covid-19 dan vaksin Covid-19  belakangan ini juga turut menjadi pembicaraan masyarakat.

Derasnya arus serangan selama masa pandemi harus kita lawan demi melindungi masyarakat dari terpaan informasi menyesatkan, khususnya mengenai vaksin Covid-19 yang saat ini tengah dilaksanakan di seluruh daerah Indonesia.

Juru Bicara dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/12/2020) menyebutkan, dari sisi topik hoaks yang beredar, Kominfo mencatat ada lebih dari 2 ribu topik hoaks mengenai Covid-19.

Dan, hingga 20 Desember 2020, Kominfo telah menemukan adanya 38 hoaks khusus terkait vaksin Covid-19.

Banyak informasi hoaks berseliweran di media sosial tentang vaksin Covid-19 yang membuat masyarakat ragu ikut divaksin.

Misal, soal vaksin asal China yang diragukan kehalalannya, efek samping yang ditimbulkan. Ada juga informasi, bahwa vaksin tersebut hanya vitamin, bukan untuk meningkatkan immune (kekebalan tubuh).

Bicara soal hoaks, menurut Vunny Wijaya, Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) mengutip First Draft, salah satu gerakan bertujuan melindungi komunitas masyarakat dari bahaya disinformasi, mengklasifikasikan hoaks menjadi tujuh, yakni:

Pertama, satir/parodi, dalam berita ini tidak ada niat jahat, namun bisa mengecoh. Kedua, false connection, yaitu judul berbeda dengan isi berita dan konten lainnya. Ketiga, false context, yaitu konten disajikan dengan narasi konteks yang salah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved