Breaking News:

Sabu 1 Kg di Samarinda

Pelaku Gunakan Sistem Jejak saat Antar Sabu Satu Kilogram, Pengendali Barang Libatkan Perantara

Hasil penyelidikan dari keterangan dua pelaku MH alias Julak (53) dan JA alias Tembok (33) oleh jajaran Polsek Samarinda Ulu, terungkap bahwa peran ke

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI
Kapolsek Samarinda Ulu Kompol Ricky R Sibarani beserta jajarannya mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 1.021,6 gram atau sekitar 1 kilogram, dari dua pelaku yakni MH dan JA, di Polsek Samarinda Ulu, Senin (1/3/2021). TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Hasil penyelidikan dari keterangan dua pelaku MH alias Julak (53) dan JA alias Tembok (33) oleh jajaran Polsek Samarinda Ulu, terungkap bahwa peran keduanya sebagai kurir.

Modus keduanya juga terungkap bagaimana cara pengiriman serta mengambil barang dari seorang perantara pelaku O yang dikenal melalui telpon oleh MH.

"Dua pelaku kurir, setelah ambil keterangannya MH diupah Rp 25 juta dan JA 10 juta apabila sampai ditujuan (Tanjung, Kalsel)," ungkap Kapolsek Samarinda Ulu, Kompol Ricky R Sibarani, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Jago Merah Lalap Rumah Kosong di Balikpapan Baru, Pemadaman Dilakukan dengan Membongkar Atap

Baca juga: 9 Pejabat Korps Adhyaksa Kaltim Dirotasi, Lima Orang Jabat sebagai Kajari

Setelah sampai di tempat tujuan, pelaku O kembali menghubungi kedua kaki tangannya ini untuk nantinya diarahkan ke sebuah tempat dan seorang perantara lain akan mengambil barang yang sudah diantar MH serta JA.

"Dipandu oleh pelaku O untuk di antar kemana barangnya. tiga ons pengiriman pertama ke tempat yang sama dan akan diambil perantara, kata pelaku MH," ungkap Kompol Ricky R Sibarani.

"Sistem jejak, pinter menghilangkan jejaknya. Informasi yang kami dapat, pelaku O menggunakan perantara lain menyerahkan barang, jika sudah dapat, nanti MH diinformasikan melalui pelaku O lagi dan mengantarkan," tuturnya.

Kedua pelaku tertangkap di kawasan Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, setelah mobil yang dikendarai mereka dihadang anggota reskrim Polsek Samarinda Ulu.

MH dan JA kini berstatus tersangka, serta menunggu proses peradilan terhadap keduanya.

Polisi juga menegaskan masih mendalami kasus ini, apalagi keterkaitan keterangan dari pelaku O yang disebut-sebut menjadi pengendali barang haram ini.

"Kami jerat pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun," ucap Kompol Ricky R Sibarani.

Halaman
1234
Penulis: Mohammad Fairoussaniy
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved