Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Disahkan, Bank Indonesia Terbitkan Pelonggaran Kredit dan Pembiayaan Properti dan Uang Muka

Bank Indonesia (BI) resmi menerbitkan aturan pelonggaran penyaluran kredit sektor properti atau rasio Loan to Value.

TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Wujud perumahan subsidi Pesona Bukit Batuah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Bank Indonesia (BI) resmi menerbitkan aturan pelonggaran penyaluran kredit sektor properti atau rasio Loan to Value (LTV) untuk kredit properti. TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bank Indonesia (BI) resmi menerbitkan aturan pelonggaran penyaluran kredit sektor properti atau rasio Loan to Value (LTV) untuk kredit properti.

Juga Rasio Financing to Value (FTV) untuk pembiayaan properti, dan pembiayaan kendaraan bermotor.

Aturan ini ada di Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 23/2/PBI/2021 tentang Perubahan Ketiga atas PBI No. 20/8/PBI/2018.

Yakni tentang Rasio LTV Untuk Kredit Properti, Rasio FTV untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor (PBI LTV/FTV dan Uang Muka). Aturan BI ini berlaku mulai 1 Maret 2021.

Baca juga: Diguyur Hujan, Jalanan di Pesona Bukit Batuah Balikpapan Licin, Warga Inisiatif Beri Bebatuan

"Penyesuaian kebijakan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian serta tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko," ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono melalui siaran pers, Rabu (3/3/2021).

Kebijakan ini, lanjut Erwin bersifat akomodatif dan diperlukan untuk mendorong sektor perbankan menjalankan kredit yang berkualitas.

Baca juga: Sudah 84 Warga Terpapar Covid-19, Dua Perumahan di Balikpapan Ini Buat Komplek Rumah Isolasi Corona

Di tengah risiko kredit yang relatif masih terjaga, BI memandang kebijakan ini diperlukan untuk mendukung pemulihan di sektor usaha tersebut yang tujuan akhirnya mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.

"Penerbitan aturan ini sebagai tindak lanjut keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan Februari 2021 lalu," tukasnya.

Perumahan subsidi di Pesona Bukit Batuah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur dipayungi awan mendung hitam pada Jumat (5/2/2021) sore.
Perumahan subsidi di Pesona Bukit Batuah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur dipayungi awan mendung hitam pada Jumat (5/2/2021) sore. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Melonggarkan Ketentuan Uang Muka

Sebelumnya, Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan, untuk melonggarkan ketentuan uang muka menjadi paling sedikit 0 persen untuk semua jenis kendaraan bermotor baru.

Ini bertujuan mendorong pertumbuhan kredit otomotif.

Baca juga: Bank Indonesia Sebut Kinerja Perekonomian Kalimantan Timur Terus Membaik

Baca juga: Penyaluran Kredit UMKM Bank Indonesia Balikpapan Rp 8,56 Triliun

Perry juga mengatakan BI melonggarkan rasio LTV/FTV KP/PP menjadi paling tinggi 100 persen untuk semua jenis properti seperti rumah tapak, rumah susun, serta ruko atau rukan.

Bagi bank yang memenuhi kriteria non performing loan/non performing financing (NPL/NPF) tertentu.

Baca juga: Bank Indonesia Balikpapan Launching FENTABI, Ini Tujuannya

Baca juga: Bank Indonesia Gelar Temu Responden, Kepala BI Kaltim Sebut Tantangan Ekonomi ke Depan tak Mudah

BI juga menghapus aturan pencairan bertahap properti inden untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor properti dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Penulis Heriani | Editor: Budi Susilo

Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved