Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Kemenkumham Kaltim Terus Optimalkan Pembinaan dan Pengawasan Tahanan

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus dioptimalkan dalam kegiatan pembinaan, guna menekan angka perilaku mereka pasca menjalani masa tahanan di Lemb

HO/KANWIL KEMENKUMHAM KALTIM
Petugas melakukan penggeledahan di blok hunian salah satu UPT Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kaltim beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus dioptimalkan dalam kegiatan pembinaan, guna menekan angka perilaku mereka pasca menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) ataupun Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Melalui Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kaltim, Sri Yuwono, hal ini dijelaskan bahwa WBP saat menjalani masa tahanan, agar terus bisa berperilaku baik dan tidak lagi berpikir untuk mengulang kesalahan yang pernah dilakukannya.

Baru-baru ini keterlibatan WBP dalam peredaran narkoba juga ikut disorot, teranyar di Lapas Narkotika Klas II A Samarinda yang mengurung para bandar kelas kakap, terungkap adanya WBP yang terlibat.

Baca juga: Pertamina tak Beri Izin Penjualan BBM Eceran Sistem Digital Pertamini, Pemkot Samarinda Tertibkan

Baca juga: Pelaku Nekat Antar Sabu 1 Kg ke Kalsel karena Tergiur Upah Rp 25 Juta, Pengiriman Sudah 2 Kali

Baca juga: BREAKING NEWS Unjuk Rasa Mahasiswa di Depan Kantor Bupati Kukar Ricuh, Sampaikan 14 Tuntutan

"Jadi Lapas mencoba membina seoptimal mungkin, dan di Lapas narkotika juga ada yang namanya rehabilitasi sosial untuk membina warga binaan agar tidak kecanduan lagi. Kalau sudah keluar itu tanggung jawab dari masyarakat, jadi kalau Lapas udah putus," jelasnya, Rabu (3/3/2021).

Harapannya, selain melakukan pembinaan rohani dan olahraga ada rehabilitasi sosial, pembinaan keterampilan, juga upaya pembinaan itu setelah keluar WBP bisa berpartisipasi di lingkungan masyarakat.

Pengawasan sendiri usai bebas dinaungi oleh Balai Pemasyarakatan.

"Tapi kalau yang bebas murni tidak ada (pembinaan), cuma kalau proses dia (WBP) bebas karena program pembinaan bersyarat dan lain-lain, itu ada nama pengawasnya, instansi Bapas," ujar Sri Yuwono.

Mengenai pembinaan setelah bebas, rupanya tak semua WBP mendapatkannya.

Ada kriteria khusus yang dijelaskan Sri Yuwono.

"Jadi Bapas setelah WBP keluar dari Lapas atau Rutan, mereka yang melakukan pembinaan. Di situ ada pembinaan seperti keterampilan dan beberapa minggu harus lapor," ucapnya.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Rahmad Taufiq

Penulis: Mohammad Fairoussaniy
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved