Breaking News:

Kemlu Tinjau Batas RI Malaysia

BREAKING NEWS Tinjau Titik Batas RI-Malaysia, Pejabat Kemlu dan BNPP Tiba di Nunukan

2 pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan 17 pejabat Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) tiba di Nunukan, Kalimantan Utara

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS
2 pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan 17 pejabat Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) tiba di Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa 09/03/2021), sore.TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN-Tinjau titik perbatasan RI-Malaysia, 2 pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan 17 pejabat Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) tiba di Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (9/03/2021) sore.

Turut hadir dalam rombongan itu, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara, BNPP, Robert Simbolon beserta 16 pejabat lainnya.

Tak hanya itu, Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Kemlu, Judha Nugraha, Pangdam IV Mulawarman, Danrem 092/ Maharajalila juga hadir di Bumi Penikindi Debaya sore tadi.

Baca juga: Jadi Komoditi Ekspor Unggulan, Tiap Hari Nunukan Kirim 3 Ton Kepiting ke Tawau Malaysia

Baca juga: Puluhan Tahun Hasil Tangkapan Nelayan di Nunukan Dijual Ke Pasar Tawau Secara Ilegal, Ini Sebabnya

Kabar kedatangan para pejabat negara itu dikonfirmasi oleh Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC/ Kostrad Mayor Arh Drian Priyambodo.

"Mulai hari ini sampai besok ada kegiatan peninjauan titik perairan perbatasan RI-Malaysia di Simpang Tiga Sei Ular," kata Drian Priyambodo kepada TribunKaltara.com, Selasa (09/03/2021), pukul 18.00 Wita.

Kedatangan 19 rombongan pejabat negara itu, untuk meninjau titik perairan perbatasan RI-Malaysia, utamanya di Simpang Tiga Sei Ular.

Pasalnya, pada Rabu (10/02/2021) malam, sempat terjadi penangkapan 8 WNI oleh Polis Marin Malaysia di Simpang Tiga Sei Ular.

Baca juga: Kasus ODGJ 2020 di Nunukan Turun Jadi 11 Orang, Dinas Sosial Sebut Mayoritas TKI Asal Malaysia

Baca juga: Lulus Sekolah di Malaysia, 58 Anak TKI Berseragam Biru Putih Tiba di Nunukan, Jalani Tes Antigen

Diberitakan sebelumnya, speed boat yang membawa 8 WNI malam itu terlanjur melewati batas negara RI-Malaysia, sehingga mereka akhirnya ditahan oleh Polis selama sepekan di Tawau, Malaysia.

Menurut Drian Priyambodo, Jumat lalu ia bersama Danlanal dan rombongan lainnya melakukan pengecekan titik lokasi penangkapan 8 WNI itu.

Dikabarkan, pada lokasi penangkapan 8 WNI itu akan dibangun pos pengamanan Satgas Pamtas RI-Malaysia.

"Pelanggaran batas wilayah dan penahanan masyarakat kita oleh pihak Malaysia, karena diduga melewati batas wilayah negara. Kami sudah cek lokasi sesuai kordinat sasaran, mengolah TKP dan mengambil keterangan dari motoris speed (Rahman) yang membawa 7 WNI itu. Bahan itu akan kita bahas malam nanti untuk dicarikan solusinya," ucapnya.

Drian Priyambodo berharap, setelah ada rapat bersama Kemenlu dan BNPP malam nanti, akan memberikan titik terang mengenai batas negara di
Perairan Simpang Tiga Sei Ular.

Baca juga: Puluhan Tahun Hasil Tangkapan Nelayan di Nunukan Dijual Ke Pasar Tawau Secara Ilegal, Ini Sebabnya

Apalagi, ketika air sungai di Perairan Simpang Tiga Sei Ular itu mengalami surut, sehingga menyebabkan air lebih menjorok ke wilayah Malaysia.

"Nah itu yang mau dibahas bersama malam nanti. Setelah kami cek, untuk geo positions wilayah Perairan Simpang Tiga Sei Ular itu yakni 4°10.124'N. 117°32.604'E," ungkapnya.

Penulis: Febrianus Felis/Editor: Samir Paturusi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved