Breaking News:

Kemlu Tinjau Batas RI Malaysia

Soal Batas RI-Malaysia, Bupati Asmin Laura Harap Ada Upaya Protes Terhadap Negara Tetangga Itu

Soal batas negara RI-Malaysia, Bupati Nunukan Asmin Laura harap ada upaya protes terhadap pemerintah Malaysia.

TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Bupati Asmin Laura saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi pengelolaan batas wilayah laut di Hotel Lenflin, Jalan TVRI Nunukan, malam tadi. TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Soal batas negara RI-Malaysia, Bupati Nunukan Asmin Laura harap ada upaya protes terhadap pemerintah Malaysia.

Hal itu diungkapkan Asmin Laura seusai rapat koordinasi pengelolaan batas wilayah laut bersama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan Kementerian Luar Negeri.

Baca juga: Pangdam VI Mulawarman Kunjungi Tiga Pos Perbatasan RI-Malaysia di Sektor Barat

"Persoalan batas wilayah RI-Malaysia harus jadi atensi semua pihak. Kita harus pastikan di mana saja wilayah negara kita dan dimana-mana saja yang jadi milik Malaysia," kata Asmin Laura kepada TribunKaltara.com, Rabu (10/03/2021), pukul 10.00 Wita.

Sebelumnya, kabar dari perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Nunukan cukup menyita perhatian publik tanah air.

Pasalnya, pada Rabu (10/02/2021) malam, telah terjadi penangkapan 8 WNI oleh Polis Marin Malaysia di Perairan Simpang Tiga Sei Ular.

Baca juga: Tinjau Pos Perbatasan RI-Malaysia, Dandim 0910/Malinau Periksa Kesigapan Satgas Pamtas Yonif 614/RJP

Baca juga: Salurkan Energi Hingga Pelosok Negeri, Pertamina Terbangkan Elpiji ke Krayan Perbatasan RI-Malaysia

Diberitakan sebelumnya, speed boat yang membawa 8 WNI malam itu terlanjur melewati batas negara RI-Malaysia, sehingga mereka akhirnya ditahan oleh Polis selama sepekan di Tawau, Malaysia.

Orang nomor satu di Nunukan berharap ada upaya protes terhadap pemerintah Malaysia.

"Jika hal seperti itu terus terjadi, maka saya berharap ada upaya protes terhadap pemerintah Malaysia. Bagaimanapun keselamatan masyarakat harus diutamakan. Harga diri sebagai bangsa yang besar dan berdaulat harus ditegakkan," ucapnya.

Baca juga: Danrem 091/ASN Brigjen Cahyo Tinjau Sasaran TMMD Ke-110 Wilayah di Perbatasan Kodim 0912/Kutai Barat

Dia mengaku, dalam kondisi perbatasan yang serba terbatas itu, kecintaan dan kebanggaan masyarakat perbatasan terhadap bangsa dan negara tidak pernah luntur.

"Negara memiliki hutang kepada mereka semua. Hutang itu harus dibayar dalam bentuk pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," ujarnya.

Sekadar diketahui, hari ini pejabat BNPP, Kemlu, dan unsur Forkopimda Nunukan meninjau titik batas negara RI-Malaysia di Perairan Simpang Tiga Sei Ular.

Penulis: Febrianus felis | Editor: Mathias Masan Ola

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved