Breaking News:

Berita Terkini Tarakan

Seminar Bisnis di Tarakan, Mario Teguh Mengajak Peserta Menjadi Pribadi yang Selalu Bersyukur

Mario Teguh mengatakan, dalam hidup ini, persaingan antara keharusan membayar dan kemampuan membayar sulit untuk diseimbangkan.

TRIBUNKALTIM.CO, RISNAWATI
Mario Teguh usai menjadi pembicara pada seminar bisnis dengan tema Memanjangkan Umur Kekayaan di Swiss BelHotel Tarakan, Selasa (16/3/2021) malam. TRIBUNKALTIM.CO, RISNAWATI 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Motivator andal Mario Teguh jadi pembicara dalam Seminar Bisnis di Swiss BelHotel Tarakan pada Selasa (16/3/2021) malam.

Seminar tersebut, mengusung tema Memanjangkan Umur Kekayaan.

Mario Teguh mengatakan, dalam hidup ini, persaingan antara keharusan membayar dan kemampuan membayar sulit untuk diseimbangkan.

Baca juga: Lama tak Muncul di Televisi, Penampilan Mario Teguh Kini Jauh Berbeda

Baca juga: Ario Kiswinar yang Tak Diakui Anak oleh Mario Teguh Mujur jadi CEO, Ternyata Begini Nasib Sang Ayah

Maka, yang perlu dilakukan adalah meminimalkan keharusan yang tidak perlu, seperti belanja karena gengsi. Karena mau terlihat kaya harus dikurangi.

Dia menambahkan, membangun kemampuan membayar berarti menjadi orang yang lebih mudah dihargai.

"Kalau orang dihargai itu kan ada harganya, ya toh. Jadi orang-orang yang sukses itu dihargai tinggi," ujarnya kepada TribunKaltara.com

Jika belum merasa kaya, kata dia, sadari bahwa banyak sekali kenikmatan yang diberikan oleh Tuhan, termasuk kesehatan sebagai kekayaan.

"Jadi konsepnya adalah, kembalilah menjadi pribadi yang bersyukur, pribadi yang meminta izin dari Tuhan untuk menjadi semakmur yang kita inginkan," pesannya.

"Jangan malu untuk meminta banyak, karena Tuhan Maha Kaya. Kalau merasa belum pantas, ya pantaskan diri," sambungnya.

Baca juga: Ario Kiswinar Berikan Ucapan Ulang Tahun untuk Mario Teguh, Begini Reaksi Warganet

Dia menuturkan, begitu banyak orang karena merasa tidak pantas, lalu mengeluh.

Padahal Tuhan senang sekali melihat hambanya yang memantaskan dirinya.

"Pantaskan diri. Ingat, Tuhan senang sekali melihat anak muda yang memantaskan dirinya bagi sebaik-baik kualitas kehidupan.
Kita semua berhak untuk menjadi apapun," katanya. (*)

Berita tentang Mario Teguh

Berita tentang Tarakan

Penulis: Risnawati | Editor: Mathias Masan Ola

Penulis: Risnawati
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved