Breaking News:

Opini

Virtual Police dan Pentingnya Bijak Bermedia Sosial

Apa saja tugas Virtual Police. Diantaranya adalah mengawasi konten-konten yang memiliki indikasi atau mengandung hoaks, hasutan, serta ujaran kebencia

Penulis: Sumarsono | Editor: Mathias Masan Ola
Ilustrasi
Ilustrasi Polisi Virtual dan media sosial 

Oleh: Sumarsono
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Kalimantan Timur

KEPOLISIAN Negara Republik Indonesia (Polri) belum lama ini meluncurkan Polisi Virtual atau Virtual Police. Keberadaan Polisi Virtual ini sebagai upaya untuk mencegah tindak pidana UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) di sosial media.

Apa saja tugas Virtual Police. Di antaranya adalah mengawasi konten-konten yang memiliki indikasi atau mengandung hoaks, hasutan, serta ujaran kebencian di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan Twitter.

Virtual Police yang digagas Polri dimaksudkan lebih kepada memberikan edukasi kepada masyarakat (warganet) agar bijak bermedia sosial.

Hindari atau jangan sampai meng-share informasi atau konten-konten yang melanggar UU ITE. Bukan dalam rangka mengekang kebebasan masyarakat di ruang siber.

Baca juga: NEWS VIDEO Mulai Aktifkan Polisi Virtual, Polisi Tegur 3 Akun Berpotensi Sebarkan Ujaran Kebencian

Meski demikian, keberadaan Virtual Police ini masih menuai kritik dari sejumlah kalangan. Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Heru Nugroho seperti dikutip Liputan6.com, mengatakan, hadirnya Virtual Police bisa mengekang kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat di media sosial.

Kekhawatiran itu dilandasi, jika cara menentukan kesalahan warganet di media sosial mengacu UU ITE yang masih banyak dianggap sarat akan pasal karet.

Diharapkan, dalam pelaksanaan tugasnya nanti, Virtual Police sesuai dengan rel pembentukannya, yakni lebih mengatur agar warganet lebih bijak bermedia sosial.

Jika mengacu pada semangat keberadaan Virtual Police, sebenarnya perlu mendapat apresiasi positif.

Menurut Prof Heru Nugroho, Virtual Police merupakan institusi panopticon atau institusi pengatur ketertiban sosial di dunia maya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved