Berita Samarinda Terkini

Lanjutan Sidang Praperadilan Iwan Ratman, Penetapan Tersangka Sesuai Prosedur

Tersangka dugaan korupsi Iwan Ratman melakukan perlawanan hukum, dengan menempuh praperadilan atas penetapan statusnya.

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Suasana sidang praperadilan Iwan Ratman di PN Kota Samarinda, Senini (22/3/2021) hari ini.TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tersangka dugaan korupsi Iwan Ratman melakukan perlawanan hukum, dengan menempuh praperadilan atas penetapan statusnya.

Hari ini, amar putusan dibacakan oleh Hakim Tunggal Pengadilan Negeri (PN) Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Upaya hukum yang dilakukan Iwan Ratman berkaitan dengan Tim Penyidik Kejati Kaltim yang menetapkannya tersangka pada Februari lalu.

Baca juga: Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Samarinda 2016 Berlanjut, Kepala Bappeda Saat Itu Akan Dipanggil

Baca juga: KPK Bongkar Hubungan Pedangdut Betty Elista dengan Tersangka Korupsi Benih Lobster Edhy Prabowo

Dari balik sel tahanan Mako Polresta Samarinda, gugatan pemohon praperadilan Iwan Ratman diwakili oleh kuasa hukumnya  berdasarkan surat kuasa tanggal 21 Februari 2021.

"Kejati Kaltim diwakili oleh Emanuael Ahmad  (Aspidsus Kejati Kaltim), Fathoni Hatam (Koordinator Kejati Kaltim), dan Zaenurofiq (Kasi Penuntutan Kejati Kaltim) yang selanjutnya disebut termohon," sebut Kepala Kejati Kaltim Deden Riki Hayatul Firman melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kaltim, Abdul Faried, Senin (22/3/2021) sore.

Setelah dilakukan pada beberapa agenda persidangan, tepatnya pada Senin (22/3/2021) hari ini.

Baca juga: Kini Jadi Saksi Korupsi Edhy Prabowo, Siapa Wanita yang Dapat Mobil dan Dibayari Sewa Apartemen?

Baca juga: NEWS VIDEO Ketua DPRD DKI Jakarta Bantah Tudingan Terlibat Korupsi Rumah DP 0 Rupiah

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Samarinda yaitu Nyoto Hindaryanto telah menjatuhkan amar putusan dalam perkara Pra Peradilan NOMOR 4/Pid.Pra/2021/PN.Smr.

Hakim Pra Peradilan menolak gugatan pemohon untuk seluruhnya. 

"Menolak permohonan Pemohon Praperadilan untuk seluruhnya, menghukum Pemohon Praperadilan untuk membayar biaya perkara sebesar Rp5.000,00 (lima ribu rupiah)," tegas Abdul Faried dikonfirmasi terkait amar putusan praperadilan atas Iwan Ratman.

Baca juga: Syamsuddin Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Mangrove di PPU

Pertimbangan Hakim Tunggal yakni, penetapan tersangka kepada pemohon Iwan Ratman yang dilakukan oleh termohon Kejati Kaltim telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Di mana terdapat bukti permulaan yang cukup, berdasarkan dua alat bukti  yang sah sesuai pasal 184 UU No.8 tahun 1981 tentang KUHAP Jo putusan MK Nomor:21/PUU-XII/2014. 

"Pertimbangannya, penetapan tersangka Iwan Ratman oleh Kejati Kaltim sudah sesuai prosedur yang berlaku. Di mana terdapat bukti permulaan yang cukup berdasarkan dua alat bukti yang sah. Hal itu sudah sesuai dengan pasal yang berlaku," tegas Abdul Faried. (*)

Berita tentang Samarinda

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved