Breaking News:

Berita PPU Terkini

Perusahaan Kenalkan Aplikasi Anti Asam untuk Pentani di Babulu, Biaya Murah Hasil Berkualitas

Sebagian besar lahan pertanian khusunya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur memiliki kondisi tanah yang asam

Penulis: Dian Mulia Sari
Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Percontohan aplikasi anti asam dari perusahaan bersama dengan Pemerintah dan DPRD PPU di Kecamatan Babulu. TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Sebagian besar lahan pertanian khusunya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur memiliki kondisi tanah yang asam.

Tak terkecuali tanah di Kecamatan Babulu. Wilayah ini sebagian besar warganya selain sebagai nelayan juga menjadi petani.

Kecamatan Babulu juga disebtu-sebut menjadi lumbung padi di Kabupaten PPU.

Karena produksi beras di daerah tersebut melimpah.

Baca juga: DPRD PPU Sorot Jembatan Mangrove Kampung Baru Penajam Paser Utara, Rusak tak Layak Dipakai

Baca juga: Dalam 2 Hari, Ada 8 Kasus Baru Covid-19 di PPU, Penajam Jadi Wilayah dengan Kasus Paling Tinggi

Dalam upaya meningkatkan serta mengoptimalkan hasil panen padi yang melimpah dan berkualitas serta meminimalisir biaya tanam, sebuah perusahan di bidang pertanian melakukan promosi terkait dengan Aplikasi Anti Asam.

Aplikasi Anti Asam sendiri adalah produk dari perusahaan tersebut guna untuk menggantikan kapur yang biasa petani gunakan untuk lahan tanah yang digunakan untuk menanam padi.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati melakukan kegiatan roadshow memenuhi undangan perusahaan tersebut di Kecamatan Babulu pada Senin, 22 Maret 2021.

Baca juga: Rencana Pembelajaran Tatap Muka Kembali Ditunda, Disdikpora PPU Ingin Selesaikan Vaksin Dulu

Melalui penjelasan Sujiati, Aplikasi Anti Asam ini berguna untuk menanggulangi asam di lahan persawahan Kecamatan Babulu.

Karena kadar asam tanah di Babulu cukup tinggi sehingga diperlukannya aplikasi anti asam untuk menormalkan kadar asam pada tanah.

"Dengan menggunakan aplikasi anti asam juga ini dapat meminimalisir biaya Tanam petani," kata Sujiati, Senin(22/3/2021).

Baca juga: Melihat Antisipasi Damkar PPU, Simulasi Penanganan Karhutla di Penajam Paser Utara

Dikatakan Sujiati, harga aplikasi anti asam sendiri cukup murah dibanding dengan kapur yang haisa digunkan oleh para petani.

Satu kilogramnya dibandrol seharga Rp 50,000. Petani cukup menggunakan 10 kilogram aplikasi anti asam untuk satu hektar lahan sawah.

Dibanding dengan menggunakan kapur yang Baisa petani gunakan, mereka dapat menghapuskan 1 hingga 2 ton kapur per hektare dengan menelan biaya sekitar Rp 1,2 juta.

Sujiati sangat mengapresiasi perusahaan tersebut karena telah mengeluarkan produk yang sangat baik dan berguna, untuk membantu para petani agar mengurangi biaya nama serta dapat memperoleh hasil yang berkualitas. (*)

Berita tentang PPU

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved