Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Ingin Hilangkan Stigma Negatif Daun Kelor, Pawon di Balikpapan Jadikan Bahan Baku Makanan

Ingin menghilangkan stigma negatif dari daun kelor.Adalah alasan Patra Wonder Food alias Pawon memilih daun kelor sebagai bahan baku produk makanan

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Anita memperlihatkan produk berbahan dasar daun kelor.TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- Ingin menghilangkan stigma negatif dari daun kelor.

Adalah alasan Patra Wonder Food alias Pawon memilih daun kelor sebagai bahan baku produk makanan dan minumannya.

"Selama ini, masyarakat juga selalu mengaitkan daun kelor ke hal mistis. Saya ingin mengajak masyarakat untuk merubah stigma tersebut. Manfaat daun kelor sangat banyak, untuk gizi," jelas Anita, ketua Pawon, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Gelar Pasar Tani 2021 di Museum Samarinda, Wakil Walikota Rusmadi Wongso Andalkan Produk Lokal

Baca juga: Masa Pensiun Harus Produktif, ASN di Malinau Didorong Manfaatkan Fitur Program Kewirausahaan

Pawon diproduksi Anita dan 11 orang lainnya yang merupakan kader Posyandu Semarak Ceria RT 68 Muara Rapak, Balikpapan Utara.

Sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mereka tidak semata-mata untuk tujuan komersil saja. Namun juga aksi sosial, ekonomi, dan kesehatan.

Pawon memproduksi olahan makanan dan minuman sehat kaya gizi, berbahan baku daun kelor. Seperti snack atau cimi-cimi, Wedang Daun Kelor, dan Susu Kurma Daun Kelor.

"Mulanya kita Kampung KB. Kebetulan kita menjadi mitra binaan pertamina dimana mereka mencari posyandu RT mana yang aktif dan kadernya banyak," jelas Anita.

Baca juga: Kampung Bubu di Penajam Dikenal dengan Produk Kerajinan Alat Tangkap Ikan Tradisional

Baca juga: Produksi dan Distribusi Pangan di Malinau akan Diawasi Dua Dinas Ini

Sebagai kader Posyandu yang aktif, membuat Anita dkk mendapat banyak bantuan. Oleh Pertamina, pada 2017 lalu pihaknya mendapat bantuan makanan tambahan untuk balita selama 3 bulan. Berkembang menjadi pemeriksaan lansia dan balita.

"Sebelum ada bantuan dari pertamina, masyarakat utamanya lansia sangat jarang ke Posyandu. Sehingga aktif setiap bulan kita mengadakan pemeriksaan," terang perempuan berhijab ini.

Namun kala itu, perempuan yang juga aktif di Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Balikpapan berpikir bahwa tak selamanya mereka mengharapkan bantuan.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved