Breaking News:

Penyerahan Tersangka Kasus Pajak

Eksekusi Tersangka Penunggak Pajak selama 2 Tahun, Hasil dari Pengungkapan Pelaku Sebelumnya

Penangkapan tersangka AA, penunggak pajak, dilakukan oleh Kanwil DJP Kaltimtara dengan menggandeng Kepolisian Daerah Kalimantan Timur.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Rahmad Taufiq
HO/KEJARI SAMARINDA
Tersangka AA saat proses penahanan oleh Tim Pidsus Kejari Samarinda di Rutan Polsek Samarinda Kota. 

Tersangka AA malah memilih tidak disetorkan hingga perusahaannya tertunggak.

"Jadi tersangka AA ini bergerak di bidang transportir, yang mana barang harusnya kena pajak tapi tidak disetorkan," ucap Max Darmawan.

Diberitakan sebelumnya, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kaltimtara pada Rabu (24/3/2021) menggelar konferensi pers penyerahan tersangka dan barang bukti terduga tindak pidana perpajakan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda.

Gelaran konfrensi pers sendiri diselenggarakan secara formal di Aula Lantai Empat Kantor Pajak Pratama (KPP) Samarinda Ilir-Ulu, Jalan MT Haryono, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam agendanya Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kaltimtara, Max Darmawan disampingi Kepala Bidang Pemeriksaan Penagihan Intelejen Penyidikan Kanwil DJP Kaltimtara, Windu Kumoro dan pihak Kejari Samarinda diwakili Kepala Seksi Pidana Khusus, Johannes Siregar.

Saat ditanya tidak adanya tersangka AA dan barang bukti yang dihadirkan serta diserahkan, Max Darmawan mengatakan bahwa sudah dilakukan oleh jajarannya ke Kejari Samarinda pada hari ini sebelum gelaran konfrensi pers digelar.

Sehari sebelumnya diketahui pihaknya juga mendampingi AA (tersangka) dari kediamannya di Cimahi, Jawa Barat sampai penyerahan digelar.

"Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kanwil DJP Kaltimtara telah mendampingi AA lalu diserahkan ke Kejaksaan Negeri Samarinda karena diduga telah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan," kata Max Darmawan, Rabu (24/3/2021) hari ini. 

Dugaan tindak pidana bidang perpajakan ini menyebabkan kerugian negara berdasar perhitungan yang dilakukan Kanwil DJP Kaltimtara, tersangka pun kini menunggu proses peradilan terhadapnya.

"Sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1,6 miliar atau jika dirincikan senilai Rp 1.620.587.500,00," ucap Max Darmawan. 

Berita tentang Samarinda

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Rahmad Taufiq

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved