Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Indonesia Dapat Dana Investasi Rp 140 Triliun dari Abu Dhabi, Pihak KBRI Jelaskan Peruntukannya

Negara Republik Indonesia (RI) mendapatkan dana investasi sebesar USD 10 miliar atau setara dengan Rp 140 triliun dari Abu Dhabi

Pinterest
Ilustrasi investasi. Negara Republik Indonesia (RI) mendapatkan dana investasi sebesar USD 10 miliar atau setara dengan Rp 140 triliun dari Abu Dhabi. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA – Negara Republik Indonesia (RI) mendapatkan dana investasi sebesar USD 10 miliar atau setara dengan Rp 140 triliun dari Abu Dhabi.

Kabarnya dana investasi ini untuk ditempatkan pada dana kelolaan Indonesia Investment Authority (INA).

Kabar ini diumumkan Pemerintah Persatuan Emirat Arab (PEA) melalui media pemberitaan WAM seperti yang disampaikan KBRI Abu Dhabi, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Kaitan Penajam Paser Utara jadi Calon Ibu Kota Negara, Bupati AGM Rotasi Pejabat, Dinas yang Lambat

Baca juga: Jadwal Peletakan Batu Pertama Bangun Ibu Kota Negara di Penajam Paser Utara, Bupati AGM: Awal April

“Penempatan dana investasi ini merupakan arahan langsung dari Putra Mahkota Abu Dhabi yang juga menjabat sebagai Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA His Highness Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ),” tulis KBRI Abu Dhabi dalam pernyataan, Selasa (23/3/2021).

Investasi ini merupakan buah manis dari komunikasi melalui sambungan telepon antar pimpinan kedua negara, yakni Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan.

KBRI mengungkapkan ada senja menjelang Maghrib pukul 17.30 WIB hari Jumat tanggal 19 Maret 2021, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan pembicaraan dengan MBZ.

“Keduanya terlibat dalam pembicaraan akrab dan hangat serta berdiskusi mengenai perkembangan hubungan dan kerja sama antar kedua negara,” tulisnya.

Baca juga: PPM Kaltim Gelar Musda IX, Inginkan Ibu Kota Negara di Kalimantan Desainnya Berjangka Panjang

Baca juga: Deretan Proyek Besar Penajam Paser Utara, Penunjang Ibu Kota Negara RI di Kalimantan Timur

Satu di antara materi yang menjadi fokus pembicaraan adalah Indonesia Investment Authority (INA) yang telah terbentuk dan beroperasi di Indonesia.

KBRI menyampaikan, dengan investasi ini, sejauh ini PEA menjadi investor utama yang terbesar (anchor investor) pada INA.

Sebelumnya beberapa negara, antara lain Jepang, Amerika Serikat dan Kanada telah mengumumkan komitmen investasi mereka pada INA.  

Baca juga: Daerah Calon Ibu Kota Negara di Penajam Paser Utara, Klaim Tidak Memiliki Desa Berstatus Tertinggal

Halaman
12
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved