Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Digitalisasi Perpajakan Didorong Masif, Potensi Penerimaan di Kaltim Besar

Presiden Republik Indonesia telah menandatangani Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daer

TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI
Direktur Pendapatan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hendriwan (kanan) dan Analis Ahli Kebijakan Pendapatan Daerah R. An An Andri Hikmat. TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Presiden Republik Indonesia telah menandatangani Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD).

Hal tersebut dibentuk guna mempercepat implementasi digitalisasi transaksi keuangan daerah, termasuk dalam pemungutan pajak dan retribusi.

Direktur Pendapatan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hendriwan mengatakan, potensi ekonomi untuk Pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur (Kaltim) sangat luar biasa.

Baca juga: Gubernur Kaltim Isran Noor Sebut Perlu Penyesuaian Pungutan Pajak, Harusnya Masuk Pendapatan Daerah

Baca juga: Sumber PAD Kaltim Masih Didominasi Pajak Daerah

"Potensi itu ada, bagaimana cara kita menggali. Perlu ada SDM sebagai penagih pajak, lalu masyarakat yang diedukasi pentingnya pajak untuk pembangunan kembali. Serta sistem atau regulasi di daerah yang selaras," jelas Hendriwan di Balikpapan, Kamis (25/3/2021).

Di masa pandemi Covid-19, transformasi digitalisasi sistem penting dilakukan. Selain untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona, juga mengejar cepatnya perkembangan teknologi.

Analis Ahli Kebijakan Pendapatan Daerah R. An An Andri Hikmat menjelaskan, kegiatan yang dulu biasanya dilakukan manual, sekarang akan berubah.

"Inti pertama adalah mengubah mindset. Baik masyarakat maupun pemerintah, serta kultur yang biasa kita lakukan. Dengan kondisi Covid-19, mau tidak mau, suka tidak suka kita dipaksa untuk berubah," jelasnya.

Digitalisasi pada momentum ini adalah jawaban.

Meski diakuinya, hal ini tidak bisa instan.

Untuk mengembangkan digitalisasi, yang pertama harus dilakukan adalah penguatan data dan up to date, lalu diolah melalui sistem aplikasi.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved