Berita Tarakan Terkini
Quran Bertinta Emas Terbesar di Kaltara, Jejak Sejarah yang Masih Misteri
Jejak sejarah mushaf Quran bertinta emas yang diyakini terbesar di Kalimantan Utara itu masih menyimpan jejak sejarah yang penuh misteri.
Penulis: Risnawati | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Jejak sejarah mushaf Quran bertinta emas yang diyakini terbesar di Kalimantan Utara itu masih menyimpan jejak sejarah yang penuh misteri.
Bagaimana tidak, mushaf pemberian seorang warga Kota Tarakan itu, belum diketahui siapa penulisnya.
Namun, disampaikan oleh pemberi mushaf melalui Kepala Pelaksana Masjid Tarakan, Juliansyah bahwa mushaf Quran tersebut berasal dari Negara Turki.
Baca juga: NEWS VIDEO Al-Quran Bertinta Emas Terbesar di Kaltara, Pengelola Masjid Baitul Izzah: dari Turki
"Kami juga tidak tahu kertasnya dari bahan apa. Cuma memang kalau dilihat, kertasnya ini tidak seperti kertas biasa yang kita temui, bentuknya agak tebal," ujarnya, Kamis (25/3/2021)
Bahkan kata dia, pemberi mushaf itu pun tidak mengetahui kapan dan di mana pastinya ditulis Quran tersebut.
Juliansyah mengatakan, mushaf Quran itu memiliki jumlah Juz yang lengkap yakni sebanyak 30 Juz dengan 114 surat.
Dia menambahkan, Quran tersebut memiliki tinggi 1,95 meter dan lebar 2,10 meter
"Tulisannya dari tinta emas, tulisan tangan. Kami juga belum tahu usia Al-Quran ini, kami belum bisa memperkirakan usia mushaf ini. Tapi memang kalau dilihat agak tua, tulisannya juga sudah mulai agak kabur," terangnya.
Untuk mengetahui usia dari mushaf Quran itu, pihaknya berencana meminta bantuan arkeolog agar mengetahui nilai historis dari Quran tersebut.
Baca juga: Pria Mesir Garap Al Quran Terbesar Buatan Tangan
Selain itu, pihaknya juga akan membuat kotak kaca agar otentitas Quran itu dapat terjaga dan disimpan di tempat yang strategis. Sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung di Masjid Baitul Izzah.
"Masjid ini kan cukup besar. Nantinya, kami akan menyiapkan ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda bernilai sejarah Islam, salah satunya Al-Quran ini. Sehingga ini bisa menjadi wisata religi bagi masyarakat Kaltara," imbuhnya.
Penulis: Risnawati | Editor: Mathias Masan Ola
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/berasal-dari-turki.jpg)