Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Diguyur Hujan Dua Jam, Jalan Penghubung Tol Tergenang Air

Hujan yang mengguyur Kota Samarinda,menyebabkan beberapa ruas termasuk jalan penghubung tol Balikpapan-Samarinda tergenang air setinggi 20-30 cm.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hujan yang mengguyur Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur menyebabkan beberapa ruas termasuk jalan penghubung tol Balikpapan-Samarinda tergenang air setinggi 20-30 centimeter.

Dari pantauan reporter Tribunkaltim.co dilapangan, banjir yang menggenang di Jalan KH. Hairun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, disebabkan dari parit yang meluap di sekitar kawasan ini.

Salah satu warga Hariyono (43) menyebut, banjir di sekitar kawasan kediamannya ini memang sudah berlangsung cukup lama. Beberapa bulan ini ketika intensitas hujan cukup lama, parit yang menampung air meluap hingga akhirnya ke jalan raya.

"Dua jam aja hujan lebat, menggenang sudah ini jalanannya. Ya dari parit ini," sebutnya di temui, Senin (29/3/2021) sore.

Baca juga: Warga Setuju Tiang Listrik Dipindah Demi Proyek Peningkatan Drainase Antisipasi Banjir Samarinda

Jalan yang mengarah ke Jalan HAM. Rifaddin dan Stadion Palaran serta ke pintu tol ini sejatinya memang menjadi langganan banjir.

Ketika hujan lebat mengguyur otomatis akan tergenang, namun akan surut setelah dua hingga tiga jam kemudian.

Walau akan surut, namun dengan adanya genangan juga mengganggu aktivitas serta arus lalu lintas di sekitar genangan.

"Paling lama tiga jam, ya air lewat. Tapi kalau setiap hujan begini repot juga mas, macet juga. Terus warga disini juga mau kemana-mana susah," ucap Hariyono.

Dia pun berharap banjir yang menggenang kawasannya ini segera teratasi. Terutama saat kondisi panas, diharapkan pengerukan drainase dilakukan agar arus air lancar dan menampung air, agar tidak menggenang ke jalan raya.

Baca juga: Saluran Air Sudah Dikeruk, Warga Handil Bakti Kecamatan Palaran Samarinda Masih Diterjang Banjir

"Maunya sih dikeruk agar tidak tergenang ke jalan raya, soalnya mau jalan kemana-mana juga bingung, rusak motor kalau dipaksa lewati banjir," ujar Hariyono Warga Jalan KH. Hairun Nafsi, Kota Samarinda.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Fairoussaniy
Editor: Wahyu Triono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved