Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Pimpinan KPK Nurul Ghufron Bicara soal Potensi Korupsi Dinasti Politik di Kaltim

Isu korupsi yang melibatkan pejabat dengan keluarganya bukan hal yang baru di Kalimantan Timur.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Isu korupsi yang melibatkan pejabat dengan keluarganya bukan hal yang baru di Kalimantan Timur.

Kasus korupsi berjamaah antara pejabat dengan keluarga tersebut saat mantan Bupati Kutai Timur Ismunandar dan sang Istri Encek UR Firgasih yang merugikan negara hingga miliaran Rupiah.

Hal tersebut juga menjadi salah satu pengawasan KPK.

Pimpinan KPK Nurul Ghufron usai memberikan materi kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Rabu (31/3/2021) mengatakan politik Dinasti menjadi cara ampuh untuk mengunci sumber-sumber strategis di suatu daerah.

Baca juga: Pimpinan KPK Sebut Potensi Korupsi Politik Dinasti di Kaltim Usai Bupati Kutim Ismunandar Ditangkap

Pembangunan infrastruktur serta kebijakan pun tidak lepas dari peran anggota keluarga yang juga duduk dalam jabatan di pemerintahan.

"Menunjukan ketertutupan sumber daya dikuasai orang tertentu. Proyek dikuasai juga. Itu menunjukan adanya konflik kepentingan di dalamnya. Maka itu bagian dari korupsi," ucapnya.

Baca juga: Potensi Politik Dinasti di Kaltim Jadi Sorotan KPK, Mereka Dinilai Bisa Menguasai Proyek

Dengan adanya indikasi politik Dinasti tersebut membuat KPK tidak hanya memantau Kaltim saja. Seluruh daerah di Indonesia pun menjadi pantauan organisasi anti rasuah tersebut.

Ia pun menyebut ada potensi korupsi dalam politik Dinasti di Kaltim usai Ismunandar ditangkap.

Baca juga: Pimpinan KPK Nurul Ghufron Edukasi di Fakultas Hukum Unmul, Beber Kaitan Koruptor dan Sarjana

Namun ia enggan membeberkan siapa tokoh atau sosok yang berpotensi tersebut.

"Apalagi kalau sudah ada indikasi keluarga ke keluarga. Ya kami tidak bisa berandai andai nantinya di kaltim ada lagi kasus serupa atau tidak.

Karena kami bekerja berdasarkan bukti. Kalau ternyata ada fakta menunjukan indikasi dinasti politik maka kami nantinya akan semakin fokus mengendusnya," ujar Nurul Ghufron.

Berita lainnya tentang Kasus Korupsi di Kaltim

Berita Tentang News Video

Penulis: Jino Prayudi Kartono

Videografer: Jino Prayudi Kartono

Editor: Ardians

Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Ardians
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved