Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Siapa Nyoman Nuarta? Desain Istana Negara Baru Dikritik, Nanti Presiden Berkantor di Tubuh Garuda

Siapa Nyoman Nuarta? Desain Istana Negara baru dikritik, nanti presiden berkantor di tubuh Garuda.

Kolase Tribunkaltim.co
Nyoman Nuarta dan desain Istana Negara baru di Kalimantan Timur - Siapa Nyoman Nuarta? Desain Istana Negara baru dikritik, nanti presiden berkantor di tubuh Garuda. 

TRIBUNKALTIM.CO - Nama Nyoman Nuarta jadi sorotan belakangan ini.

Pemenang lomba konsep desain Istana Negara di Kalimantan Timur oleh Kementerian PUPR ramai-ramai dikritik kelompok arsitektur.

Karya desain Istana Negara Nyoman Nuarta dalam wujud metafora burung garuda dianggap tak cukup mewakilkan kemajuan peradaban di calon Ibu Kota Negara baru.

Kritik itu datang dari asosiasi profesional di bidang arsitektur.

Bahkan mereka menyebut rancangan Nyoman Nuarta yang merupakan maestro patung di Bali tak ramah lingkungan, juga tak fungsional.

Untuk diketahui, dalam rancangan yang dicetuskan oleh Nyoman Nuarta, nantinya sayap Garuda akan membentang sepanjang 200 meter dengan tinggi mencapai 76 meter di Istana Negara, Kalimantan Timur.

Sekadar bocoran apabila desain karya Nyoman Nuarta terbangun, presiden nantinya bakal berkantor di dalam tubuh garuda.

Baca juga: Lahan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur, Wamen Surya Tjandra Klaim Tidak Ada Masalah Lagi

Baca juga: Bom Gereja Makassar & Teror Mabes Polri Punya Kemiripan, Pengamat Sebut Istana Negara Harus Waspada

Dilansir TribunBali.com kelima asosiasi profesional itu adalah Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), Ikatan Arsitek Landskap Indonesia (IALI), Ikatan Ahli Perancangan Wilayah dan Kota (IAP), dan Green Building Council Indonesia (GBCI).

Menurut Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) I Ketut Rana Wiarcha, bangunan istana negara yang berbentuk burung garuda atau burung yang menyerupai garuda merupakan simbol yang di bidang arsitektur tidaklah mencirikan kemajuan peradaban bangsa Indonesia di era digital.

"Sangat tidak mencerminkan kemajuan peradaban bangsa, terutama di era digital, dan era bangunan emisi rendah dan pasca-Covid-19 (new normal)," kata Rana dalam pernyataan sikap seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (28/3/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved