Berita Balikpapan Terkini

Menteri LHK Siti Nurbaya Cek Persemaian Modern di Desa Mentawir PPU, Punya Lahan Seluas 120 Ha

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar berkunjung ke Kalimantan Timur.

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar didampingi Gubernur Kaltim Isran Noor saat berkunjung ke Kaltim, Sabtu (3/4/2021). TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar berkunjung ke Kalimantan Timur.

Salah satu agenda kunjungan kerjanya, yakni meninjau persemaian modern di Desa Mentawir, Sepaku, Penajam Paser Utara.

Kegiatan tersebut masuk ke dalam agenda meninjau progres pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.

Baca juga: Pemkot Balikpapan Keluarkan Larangan, Tidak Boleh Ada Petasan di Ramadan 2021

Baca juga: Pandemi Covid-19 Masih Berlanjut, Pemkot Balikpapan Refocusing Anggaran Rp 50 Miliar

Siti Nurbaya menjelaskan Kalimantan Timur menjadi salah satu provinsi yang memiliki persemaian modern di Indonesia.

Berdasar data yang ia sampaikan, hanya ada 6 persemaian modern baru, berada di Rumpin Bogor Jawa Barat, Kawasan IKN, daerah wisata Danau Toba Sumatera Utara, Labuan Bajo NTT, Mandalika NTB, dan Likupang Sulawesi Utara.

"Kaltim ini punya persemaian modern yang baru, hanya ada 6 di Indonesia. Itu juga saya harus cek progresnya," kata Siti Nurbaya, Sabtu (3/4/2021).

Sekadar diketahui, persemaian modern di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) baru memiliki luas 120 hektare, tepatnya berlokasi di Kawasan Hutan Produksi, Desa Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim.

Persemaian modern itu direncanakan menghasilkan bibit tanaman sebanyak 15 juta bibit per tahun.

Yang rencananya akan diperuntukkan bagi keperluan rehabilitasi hutan dan lahan serta estetika di kawasan Ibu Kota Negara.

Adapun jenis tanaman yang akan ditaman meliputi tanaman hutan, tanaman buah- buahan, dan tanaman estetika (Tabebuya dan Jacaranda).

"Tempat persemaian ini terbilang banyak dan luas, karena biasanya paling 5 hektare. Kapasitas biasa juga hanya 2 juta, ini mau dibuat kapasitas 15 juta," jelasnya.

Begitu juga dengan persemaian mangrove dan world mangrove center. Kementerian LHK juga menjamin pembangunan IKN tanpa merusak ekosistem tersebut.

"Ini semua sedang berproses. Begitu juga yang mangrove, saya kira Kaltim sampai ke Utara banyak memiliki mangrove," imbuh Siti.

Sementara itu, ia juga menyinggung mengenai banyaknya delta yang berada di kawasan Ibu Kota Negara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved