Breaking News:

Bisnis dan Ekonomi

Indonesia Kuasai Pasar Sawit di ASEAN, Regional Leader Bagi Pasar Dunia

Ketua Bidang Luar Negeri Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Fadhil Hasan menjelaskan daya saing yang tinggi.

TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI AMIR
Ketua Bidang Luar Negeri Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Fadhil Hasan menjelaskan daya saing yang tinggi yang dimiliki oleh komoditas sawit tidak mengkhawatirkan posisinya di pasar global. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ketua Bidang Luar Negeri Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Fadhil Hasan menjelaskan daya saing yang tinggi yang dimiliki oleh komoditas sawit tidak mengkhawatirkan posisinya di pasar global.

Fadhil mengaku pelaku usaha juga mampu beradaptasi melalui berbagai sertifikasi, mulai dari sertifikasi yang dimiliki oleh pasar seperti Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) maupun negara yaitu Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Selain itu, Indonesia juga memiliki leverage tinggi serta pasar terbesar di ASEAN. Menguasai Setengah dari populasi di wilayah ASEAN.

Baca juga: Merusak Jalan Umum, DPMPTSP Kubar Tegaskan Perusahaan Sawit di Kutai Barat Belum Punya Izin Angkutan

Baca juga: Kadishub Paser Pastikan Akan Menindak Truk Muatan Sawit Jika Terbukti Melanggar

Menjadikan Indonesia sebagai regional leader sehingga berpengaruh berpengaruh bagi perekonomian dunia.

"Hal ini menjadi bargaining power dalam perundingan bilateral maupun multilateral," sebutnya dalam webinar Inapalmoil yang digelar GAPKI, Minggu (4/4/2021)

Fadhil juga menyoroti pendekatan diplomasi trade and sustainable development (TSD) yang digunakan dalam perundingan.

Baca juga: Operasional Truk Pengangkut Sawit Saat Melintasi Jalan Umum Langgar Perda Kabupaten Paser

Menurutnya, penting untuk meninjau kembali perjanjian perdagangan sehingga mampu untuk mengakomodir seluruh kepentingan kedua bela pihak.

Ilustrasi Perkebunan Sawit
Ilustrasi Perkebunan Sawit (HO/TRIBUNKALTIM.CO)

Terutama pada perjanjian Comperhensive Economic Partnership Agreement (CEPA) untuk menghindari regulasi lain di luar daripada yang telah diatur dalam CEPA karena akan menjadi hambatan dagang lainnya.

Baca juga: Jokowi Keluarkan Limbah Batu Bara dan Sawit dari Kategori B3, Walhi: Ancaman Kesehatan Masyarakat

Hal ini diamini oleh Hikmahanto Juwana, Pengamat Hukum Internasional Universitas Indonesia, dalam forum yang sama.

Bahwasanya pasar di Indonesia merupakan kekuatan di ASEAN.

Halaman
123
Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved