Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

UMKM Digital Academy Vol 3.3, Optimalisasi Penggunaan QRIS sebagai Media Transaksi Usaha Mikro

Dalam rangka mendorong penguatan dan peningkatan kualitas produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Bank Indonesia Balikpapan.

TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI AMIR
Bank Indonesia Balikpapan kembali menggelar UMKM Digital Academy (UDA) Vol 3.3 yang digelar secara virtual, Sabtu (3/4/2021).  

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dalam rangka mendorong penguatan dan peningkatan kualitas produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Bank Indonesia Balikpapan kembali menggelar UMKM Digital Academy (UDA) Vol 3.3.

Digelar secara virtual, merupakan kelanjutan dari serangkaian acara UDA yang telah dimulai sejak tahun 2020.

Setelah sebelumnya membahas tentang perencanaan keuangan UMKM pada webinar, kali ini tema yang dibahas adalah optimalisasi penggunaan QRIS sebagai media transaksi UMKM.

Baca juga: KABAR TERBARU BLT UMKM 2021, Cair Rp 2,4 Juta, Kuota Ditambah 3 Juta, Syarat & Cara Daftar Penerima

Baca juga: Kabar Gembira, Kemenkop UKM Pastikan BLT UMKM 2021 Cair Lagi, Ada Perubahan Cara dan Syarat Daftar?

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Sri Darmadi Sudibyo menjelaskan, Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) merupakan standardisasi pembayaran menggunakan QR Code yang diinisiasi oleh Bank Indonesia.

Dengan bekerja sama dengan industri sistem pembayaran untuk mewujudkan transasksi yang cepat, mudah, murah aman dan handal.

Transaksi menggunakan QRIS dapat dilakukan baik dengan tatap muka maupun tanpa tatap muka.

Baca juga: PLN Beri Harga Spesial Tambah Daya bagi Pelanggan Rumah Tangga dan UMKM di Kaltim dan Kaltara

Selain itu, QRIS dapat bersifat statis dimana QR Code ditampilkan dalam sticker atau print out, juga dapat bersifat dinamis dimana QR Code dibuat secara real time.

"Sehingga QR Code berbeda di setiap transaksi," jelasnya, Minggu (4/4/2021).

Lebih lanjut, Sri Darmadi Sudibyo menyampaikan bahwa penggunaan QRIS memiliki berbagai manfaat bagi UMKM.

Antara lain menghindari adanya uang palsu dalam transaksi, serta membantu pencegahan penyebaran Covid-19 karena transaksi dapat dilakukan tanpa kontak fisik.

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Sebut Pencak Silat Mampu Perangi Narkoba dan Covid-19

Baca juga: Komisi II DPRD Kaltim Minta Pemprov Lebih Transparan Soal Anggaran Covid-19 ke Publik

Pun, dengan menggunakan QRIS seluruh transaksi pembayaran tercatat sehingga memudahkan lembaga keuangan untuk memberikan akses pembiayaan untuk pengembangan usaha UMKM ke depannya.

Bank Indonesia senantiasa melakukan upaya untuk mendukung peningkatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, pendampingan dan pemberian bantuan teknis.

"Dengan UMKM yang berdaya saing tinggi, diharapkan akan berdampak pada perekonomian Indonesia yang semakin maju," pungkasnya.

Berita tentang UMKM

Penulis Heriani | Editor: Budi Susilo

Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved